Thursday, March 12, 2020

Teruslah Menulis

Teruslah Menulis
izwie.com

Teruslah Menulis

Tantangan Menulis Hari ke-15
#tantangangurusiana
“Yu, Aku pilih mundur saja,” kata Yu Mita pada Yu Jum siang itu.
“Lho, kenapa Yu... sayang. Padahal sudah hari ke-20. Koq malah mundur?” tanya Yu Jum agak kaget.
“Rasa-rasanya tulisanku semakin tak berkualitas. Aku jadi menulis sekenanya. Sekadar untuk memenuhi target menulis hari ini saja,” jawab Yu Mita.
“Masa sih Yu.. Aku baca artikelnya bagus-bagus koq,”
“Tekadku sudah bulat . Aku tidak bisa menulis dalam tekanan. Rasanya tiap hari seperti dikejar setoran. Aku benar-benar tertekan. Akhirnya acak ke sana ke mari mencari ide dan gagasan. Pusing Yu. Kadang aku harus mencuri waktu di tengah malam. Eh malah suami marah-marah. Aku jadi bingung,” keluh Yu Mita.
“Oo..sebenarnya tak perlu merasa tertekan Yu. Memang awal-awal kesulitan menemukan ide untuk menulis, tetapi ketika kita berhenti menulis, sulit lho untuk memulai lagi. Apalagi sudah dapat banyak follower. Banyak pembaca, sayang sekali kalau terputus. Menulis memang perlu waktu khusus Yu, kadang kalau mengganggu yang lainnya ya jadi tak enak. Itu juga pernah kurasakan dulu. Sampai Aku menemukan waktu yang tepat untuk menulis, tanpa mengganggu pekerjaan yang utama. Aku juga masih terus belajar untuk mengatur waktu,” jelas Yu Jum.
“Iya sih Yu..tapi gimana lagi. Kemarin malam aku banyak kegiatan. Sampai rumah sudah pukul 23. 30 WIB. Padahal Aku belum mengunggah artikel. Pas mau unggah eh batu ngedrop. Alhasil begitu tulisan bisa diterbitkan ternyata sudah ganti hari. Nyesek kan. Lemes rasanya. Apalagi kalau harus mengulang dari pertama. Rasanya Aku sudah tak sanggup,” jawab Yu Mita lirih.
“ Nasi telah menjadi bubur. Waktu tak mungkin juga untuk diputar kembali. Mungkin memang harus dikhlaskan Yu. Semua pasti ada hikmahnya. Aku yakin koq, meski Yu Mita tak ikut tantangan menulis, masih banyak yang bisa dilakukan. Mundur sebentar untuk menghasilkan karya yang lebih besar bukanlah masalah. Menulis memang harus dengan hati. Ketika hati tak bersinergi dengan jemari, rasanya sulit menjadi artikel yang menawan hati. Tetap semangat Yu...Aku dan penggemar setiamu selalu menunggu tulisan-tulisanmu,” kata Yu Jum kepada sahabatnya itu.
Setiap peristiwa pasti ada pembelajaran dan hikmah di dalamnya. Menulis memang bisa kapan saja, tetapi menulis dengan hati tak semudah memainkan jemari. Namun demikian bukanlah hal yang mustahi, seorang penulis bisa menulis kapan saja dan di mana saja. Bahkan ada yang mampu menghasilkan artikel hanya dalam hitungan menit saja. Tiap orang tentu berbeda-beda. Satu yang meski diyakini, bahwa menulis bukanlah bakat tetapi ketrampilan sehingga tiap orang bisa melatihnya. Semakin terlatih maka akan semakin mahir. Salah satu manfaat tantangan ini adalah melatih agar diri semakin terampil. Baik dalam menggali ide maupun dalam menuangkannya menjadi artikel yang menawan.
Menulis juga mengajarkan pada penulis untuk belajar disiplin. Penulis berlatih untuk mengatur waktu dengan baik, agar bisa memenuhi kewajiban. Seorang penulis yang tidak disiplin waktu, maka apa yang ditulisnya menjadi berita yang sudah ketinggalan kereta. Tidak up to date . Lihat saja media berita on line. Mereka dengan cepat bisa menghadirkan berita dan tulisan terkini. Info dan data yang akurat, sehingga para pembaca pun sangat berminat.
Semoga gelora dan semangat menulis tetap berkobar di dada. Teruslah menulis Sahabat!
Rumahku, 15022020
#tantangan menulis

No comments:

Post a Comment