Jalan Kenangan
Tantangan Menulis Hari ke-16
#tantangan gurusiana
#tantangan gurusiana
Aku berjalan menyusuri sepanjang jalan itu. Jalan yang penuh warna. Mereka menyebutnya jalan kenangan.
Siapa sih yang tak punya kenangan? Kesan yang terlalu dalam, hingga membekas dalam ingatan. Tak ada kan. Semua orang pasti punya kenangan, karena kenangan adalah bagian dari masa yang pernah kita lewati.
Satu persatu ingatanku melayang pada masa-masa yang silam. Tak selamanya indah, tapi juga tak selamanya hitam. Terkadang bahagia datang menyapa, tapi air mata pun juga pernah singgah. Silih berganti hadir kembali di pelupuk mataku.
Masa lalu memang hanyalah bisa untuk dikenang, terkadang diambil pelajaran agar langkah yang tak menyenangkan tak terulang. Namun kadang masa lalu pun harus dilupakan. Terlalu pedih untuk diingat, apalagi diulang. Jangan!.Seperti kaya Denny Caknan. Orasah nyawang spionmu sing marai tambah mbebani.
Bila mengingat masa lalu hanya akan membuat hati semakin perih, tak usahlah dikenang lagi. Lupakan!
Namun yang namanya spion tetap penting juga lho. Jadi sesekali kita masih perlu untuk melihat spion, agar bisa lebih berhati-hati dalam berjalan.
Begitulah kenangan, tidak selamanya harus kita ingat-ingat. Bisa nyesek dan punah harapan. Ingat , kita hidup tidak untuk masa lalu, tapi untuk masa depan. Biarlah dia menjadi masa lalumu, toh sekarang sudah ada yang lain untuk masa depanmu, begitu juga denganku( eaaaaaaa.....).
Hari ini pun akan terus berjalan, dan akan menjadi masa lalu juga. Akan terbingkai dengan indah dalam album kenangan. Sesekali kita buka, untuk sekadar bernostalgia dan belajar. Namun janganlah terlalu lama membuka album kenangan, takut tenggelam dan hanyut bersamanya. Hehehe...dilarang baper ya....
Masa lalu biarlah masa lalu. Sekarang adalah kenyataan, dan esok adalah harapan. Yang terjadi tak akan terhapuskan, tapi yang akan datang, bisa kita upayakan. Lebih bijak dan berjalan dengan hati-hati dalam merenda hari, agar suatu saat menjadi kenangan yang menyenangkan. Semoga...
Jalan kenangan, 16022020
Siapa sih yang tak punya kenangan? Kesan yang terlalu dalam, hingga membekas dalam ingatan. Tak ada kan. Semua orang pasti punya kenangan, karena kenangan adalah bagian dari masa yang pernah kita lewati.
Satu persatu ingatanku melayang pada masa-masa yang silam. Tak selamanya indah, tapi juga tak selamanya hitam. Terkadang bahagia datang menyapa, tapi air mata pun juga pernah singgah. Silih berganti hadir kembali di pelupuk mataku.
Masa lalu memang hanyalah bisa untuk dikenang, terkadang diambil pelajaran agar langkah yang tak menyenangkan tak terulang. Namun kadang masa lalu pun harus dilupakan. Terlalu pedih untuk diingat, apalagi diulang. Jangan!.Seperti kaya Denny Caknan. Orasah nyawang spionmu sing marai tambah mbebani.
Bila mengingat masa lalu hanya akan membuat hati semakin perih, tak usahlah dikenang lagi. Lupakan!
Namun yang namanya spion tetap penting juga lho. Jadi sesekali kita masih perlu untuk melihat spion, agar bisa lebih berhati-hati dalam berjalan.
Begitulah kenangan, tidak selamanya harus kita ingat-ingat. Bisa nyesek dan punah harapan. Ingat , kita hidup tidak untuk masa lalu, tapi untuk masa depan. Biarlah dia menjadi masa lalumu, toh sekarang sudah ada yang lain untuk masa depanmu, begitu juga denganku( eaaaaaaa.....).
Hari ini pun akan terus berjalan, dan akan menjadi masa lalu juga. Akan terbingkai dengan indah dalam album kenangan. Sesekali kita buka, untuk sekadar bernostalgia dan belajar. Namun janganlah terlalu lama membuka album kenangan, takut tenggelam dan hanyut bersamanya. Hehehe...dilarang baper ya....
Masa lalu biarlah masa lalu. Sekarang adalah kenyataan, dan esok adalah harapan. Yang terjadi tak akan terhapuskan, tapi yang akan datang, bisa kita upayakan. Lebih bijak dan berjalan dengan hati-hati dalam merenda hari, agar suatu saat menjadi kenangan yang menyenangkan. Semoga...
Jalan kenangan, 16022020

No comments:
Post a Comment