Thursday, March 12, 2020

Asyiknya Tutor Sebaya

Asyiknya Tutor Sebaya

Asyiknya Tutor Sebaya

Siang itu saya mendapat kesempatan untuk mengikuti open class dalam LSBS yang diselenggarakan oleh sekolah tetangga. Meskipun pembelajaran saat itu untuk mata pelajaran Bahasa Inggris, namun tidak apa-apa. Bukankah sejatinya setiap guru adalah pembelajar? Jadi walaupun sebenarnya tidak sesuai dengan latar belakang mata pelajaran yang saya ampu, tetapi saya yakin tetap ada hikmah yang bisa diambil. Bukan pada konten atau materi tetapi pada pengelolaan kelas, model maupun metode yang digunakan.
Bu Heni yang berperan sebagai guru model tampak begitu lincah dan cekatan dalam mengelola kelas. Penuh energi dibuka kelasnya dengan ice breaking. Anak-anak pun antusia mengikuti dengan penuh keceriaan. Terpancar dari raut wajah, rasa gembira dalam pembelajaran. Sungguh modal awal yang menyenangkan bukan? Kemauan dan kesadaran anak untuk belajar sangat mendukung proses selanjutnya. Bu Heni berhasil menciptakan suasana belajar awal yang menyenangkan.
Pembelajaran kali ini tentang preposition pada public places. Model pembelajaran yang digunakan adalah discovery learning yang dipadu dengan metode tutor sebaya. Media berupa video pun ditayangkan sebagai stimulus agar para siswa dapat bersiap menuju ke materi yang akan disampaikan. Mereka begitu antusias menyaksikan tayangan video. Tayangan ini sangat membantu siswa menuju materi yang akan disampaikan. Tahap ini dalam model pembelajaran merupakan tahap stimulasi.
Selanjutnya adalah tahap identifikasi masalah. Siswa mengidentifikasi beberapa masalah berdasar tayangan video. Mereka pun mengajukan berbagai pertanyaan yang terkait dengan video. Bu Heni dengan cekatan mencatatnya di papan tulis. Dari beberapa maslaah yang muncul, akhirnya disepakati untuk menyelesaikan tentang bagaimana menjelaskan letak tempat-tempat umum dalam Bahasa Inggris, dengan penekanan pada penggunaan kata depan yang tepat.
Para siswa pun kemudian sibuk dengan LKPD masing-masing. Gambar dan tulisan yang tidak terlalu banyak dalam LKPD membuat mereka sudah asyik dengan tugasnya masing-masing. Tahap pengolahan data dalam sintaks discovery learning mereka lalui dengan kerja individu dilanjutkan dengan kerja kelompok. Setelah mencoba mengerjakan sendiri, selanjutnya Bu Heni membagi mereka dalam kelompok-kelompok. Dalam kelompok inilah terjadi pembelajaran yang luar biasa. Saling mengoreksi antar siswa. Memberi masukan dan diskusi. Inilah yang dikenal dengan istilah tutor sebaya. Beberapa anak yang masih salah atau belum tepat dalam mengerjakan dikoreksi temannya kemudian bersama-sama mennetukan jawaban yang benar. Bu Heni tampak mengelilingi setiap kelompok dengan telaten. Para siswa pun taj sungkan bertanya kepada teman.
Lewat diskusi dan tutor sebaya ini para siswa melakukan tahap pembuktian. Setelah tiap kelompok berdiskusi selanjutnya adalah tahap menarik kesimpulan. Dalam tahap ini dilakukan diskusi kelas. Siswa menyampaikan hasil diskusi dan tutor sebayanya yang kemudian ditanggapi kelompok lain dan diakhiri dengan penguatan dari guru selaku fasilitator.
Berdasar pengamatan saya, metode tutor sebaya dan diskusi dalam model discovery learning yang dilakukan oleh Bu Heni sungguh sangat menarik. Ketika anak tidak mempunyai keberanian bertanya kepada guru, dia bisa bertanya dengan temannya. Inilah hakikat tutor sebaya. Bahasa yang terkadang lebih mudah dipahami ketika temannya yang menyampaikan. Guru hanya tinggal menguatkan dan membimbing agar tidak terjadi kekeliruan dalam tutorial. Bahkan mungkin sebelumnya guru bisa membidik siswa-siswa tertentu untuk diajari lebih dulu, sehingga mereka tahu lebih awal dan bisa menjadi tutor yang baik dalam kelompoknya.
Apakah Anda tertarik menggunakan metode tutor sebaya?
Semoga bermanfaat.
Banguntapan, 6 Desember 2019#LSBSBahasaInggris#Spepiyo

No comments:

Post a Comment