Dirgahayu Negeriku
Gempita lagu-lagu wajib nasional sudah terdengar sejak sore. Minggu ini memang benar-benar istimewa. Setelah melalui ibadah korban, kini negara kita sedang mengadakan acara tirakatan. Hampir di seluruh pelosok negeri ini sedang mengadakan acara yang sama. Tak ketinggalan di kampungku, Jaranan RT 11.
Selepas Isya warga berkumpul di pos ronda yang sudah disulap menjadi panggung yang megah. Nuansa merah putih begitu kental dan kuat. Sebuah layar tampak di sebelah panggung untuk menampilkan hasil rekaman aktivitas dan kebersamaan warga. Tua muda berkumpul dan bersama. Para pemuda mengambil dresscode pakaian adat Yogyakarta, menambah acara begitu meriah.
Rangkaian acara pun dijalani dengan khidmat. Dari pembukaan hingga pembacaan teks Proklamasi, teks Pancasila, teks pembukaa. uUD 1945, sambutan Kepala Dusun hingga menyanyikan lagu -lagu wajib sampai pembacaan doa berjalan dengan lancar. Warga begitu antusias dan menyimak dan mengikutinya.
Setelah selesai acara tirakatan, dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng, oleh generasi kasepuhan dan diberikan kepada generasi muda. Dimaksudkan para pemuda dapat melanjutkan perjuangan untuk mencapai cita-cita.
Apa yang bisa kita lakukan hari ini tentu saja berkat perjuangan para pendahulu kita. Kegigihan mereka untuk merebut kemerdekaan sangatlah pantas untuk dihormati dan dihargai. Betapa besar pengorbanan mereka untuk negeri ini. Tak hanya air mata , tetapi tumpahan darah hingga luka yang menganga dan nyawa melayang. Semua telah dilewati dengan kesungguhan, agar bangsa kita terlepas dari siksa para penjajah. Rasa patriotisme yang luar biasa, pantas untuk kita banggakan. Rela berkorban jiwa dan raga untuk bangsa tercinta agar tercapai kemerdekaan seperti saat ini.
Kini bangsa ini telah merdeka. Lepas dari belenggu penjajahan. Perjuangan belum berakhir. Merdeka saja tidak cukup. Mempertahankannya adalah sebuah keniscayaan.
Bukan hal yang mudah untuk menggapai kemerdekaan, maka sudah menjadi tugas kita bersama untuk mempertahankan dan mengisinya. Melanjutkan cita-cita , melakukan hal-hal yang positif untuk negeri tercinta.
Lakukan...
Sekecil apapun yang kamu bisa
Sekecil apapun yang kamu mampu
Karna kemerdekaan ini
Tidak datang secara cuma-cuma
Begitu banyak air mata yang menetes
Begitu banyak darah yang tertumpah
Begitu banyak luka yang menganga
Begitu banyak nyawa yang melayang
Demi mendapatkan 'kemerdekaan"
Maka , sungguh tak pantas
Duduk berpangku tangan
Tanpa kepedulian
Di mana rasa terimakasih?
Di mana rasa menghargai?
Du mana rasa simpati?
Buka mata hati
Mari bangun negeri
Wahai pejuang sejati
Tunjukkan dharma bakti
Kepada ibu pertiwi
Banguntapan, 17 Agustus 2019
HUTRI74#Dirgahayunegeriku#Merdeka

No comments:
Post a Comment