Awas Sakit Hati On Line
Tantangan Menulis Hari ke-8
#tantangangurusiana
#tantangangurusiana
Hapuslah rasa sedih
Jangan lama pendam di hati
Mari saling mengisi
Jangan sampai tersakiti
Mari saling berbagi
Agar maju bersama kita lewati
Jangan lama pendam di hati
Mari saling mengisi
Jangan sampai tersakiti
Mari saling berbagi
Agar maju bersama kita lewati
Kita bisa karena bersama
Kita bisa karena grup ada
Kita bisa bukan karena kesendirian
Jadi mari berkarya bersama
Kita bisa karena grup ada
Kita bisa bukan karena kesendirian
Jadi mari berkarya bersama
Buang sedih dan sungkan
Hadapi hari dengan senyuman
Lewat dunia maya saling menyapa
Semoga suatu saat dipertemukan
Hadapi hari dengan senyuman
Lewat dunia maya saling menyapa
Semoga suatu saat dipertemukan
Dasyatnya dunia maya
Bisa belajar bersama
Tanpa tatap muka
Seakan ada.ikatan
Tuk saling menyapa
Bisa belajar bersama
Tanpa tatap muka
Seakan ada.ikatan
Tuk saling menyapa
Media sosial kini seakan menjadi candu dan marak tumbuh di kalangan mana pun. Tidak hanya instagram, facebook , telegram, ada juga whatsApp (wa ) Grup-grup pun banyak bermunculan. Sampai-sampai arisan RT pun ada grupnya.. Coba cek grupnya...
Namun demikian perlu disadati bahwa bahasa tulisan berbeda dengan bahasa lisan. Para pengguna medsos harus lebih bijak dalam menyikapi tulisan. Tak kalah penting kita pun harus berhati-hati dalam menuliskan kata-kata, karena maksud A bisa jadi sampai di pembaca menjadi B. Repot kan...
Menanggapi tulisan teman dalam satu komunitas pun juga harus hati-hati. Pertimbangkan perasaan orang lain. Tak perlu bersikap berlebihan / baper ketika membaca tulisan orang lain. Begitu juga ketika membaca story orang lain. Tulisan yang mereka jadikan story belum tentu untuk kita. Jadi tidak perlu ge er atau baper. Nanti bisa sakit hati on line lho...
Bagi yang menulis pun harus berhati-hati. Tak usah menulis jika tulisan kita hanya untuk menyakiti hati orang lain. Apalagi bermaksud merendahkan orang lain. Tulisan ibarat pedang yang tajam, sangat berbahaya. Grup-grup yang kita miliki lebih baik digunakan untuk kebaikan dan hal-hal yang bermanfaat. Mempererat persaudaraan dan menambah ilmu. Seperti grup literasi ini. Alhamdulillah... Grup-grup seperti ini layak untuk dipertahankan dan diramaikan.
Mari lebih bijak bermedsos agar tulisan kita tidak menjadi pedang tajam yang bisa melukai siapa saja.
Semoga grup medsos yang kita punya bisa membawa kita dalam keberkahan. Banyak saudara dan ilmu yang bermanfaat. Saling berbagi dan saling mengisi. Semoga...
Namun demikian perlu disadati bahwa bahasa tulisan berbeda dengan bahasa lisan. Para pengguna medsos harus lebih bijak dalam menyikapi tulisan. Tak kalah penting kita pun harus berhati-hati dalam menuliskan kata-kata, karena maksud A bisa jadi sampai di pembaca menjadi B. Repot kan...
Menanggapi tulisan teman dalam satu komunitas pun juga harus hati-hati. Pertimbangkan perasaan orang lain. Tak perlu bersikap berlebihan / baper ketika membaca tulisan orang lain. Begitu juga ketika membaca story orang lain. Tulisan yang mereka jadikan story belum tentu untuk kita. Jadi tidak perlu ge er atau baper. Nanti bisa sakit hati on line lho...
Bagi yang menulis pun harus berhati-hati. Tak usah menulis jika tulisan kita hanya untuk menyakiti hati orang lain. Apalagi bermaksud merendahkan orang lain. Tulisan ibarat pedang yang tajam, sangat berbahaya. Grup-grup yang kita miliki lebih baik digunakan untuk kebaikan dan hal-hal yang bermanfaat. Mempererat persaudaraan dan menambah ilmu. Seperti grup literasi ini. Alhamdulillah... Grup-grup seperti ini layak untuk dipertahankan dan diramaikan.
Mari lebih bijak bermedsos agar tulisan kita tidak menjadi pedang tajam yang bisa melukai siapa saja.
Semoga grup medsos yang kita punya bisa membawa kita dalam keberkahan. Banyak saudara dan ilmu yang bermanfaat. Saling berbagi dan saling mengisi. Semoga...
#tantangangurusiana#
Surabaya, 08022020
Surabaya, 08022020
No comments:
Post a Comment