Oh Corona ( Tantangan Gurusiana Hari ke-3 )
Dunia benar-benar gempar dengan kehadiran virus yang satu ini. Siapa lagi kalau bukan virus corona. Virus ini ditemukan pada bulan Desember dan menyebar dengan waktu yang sangat cepat dan luas di bulan Januari. Penyebarannya sangat cepat di negara China , khususnya daerah Wuhan. Tercatat 259 orang meninggal dunia karena terinfeksi virus ini. Ada sekitar 12.000 orang yang positif terinfeksi. Sungguh benar-benar mengerikan, hingga badan kesehatan dunia WHO menetapkan sebagai darurat kesehatan internasional. Virus ini pun terdeteksi sudah menyebar ke 21 negara di dunia.
Hal ini tentu saja menghantui warga China. Wuhan sebagai daerah pusat infeksi virus mendadak menjadi seperti kota mati. Warga diharapkan untuk mengurangi keluar rumah agar tidak terkena dampak virus yang mematikan ini. Berita ini tentu saja meresahkan dunia, tak terkecuali rakyat Indonesia. Tercatat banyak warga negara kita yang tinggal di China untuk berbagai kepentingan. Melihat perkembangan kasus corona yang kian mengerikan, negara-negara pun bergegas mengambil tindakan evakuasi terhadap warga negaranya yang ada di sana. Tak terkecuali Indonesia.Berbagai persiapan dan persyaratan untuk evakuasi dilakukan agar para WNI yang ada di China bisa dipulangkan ke Indonesia.
Tanggung jawab negara benar-benar dilaksanakan pada tanggal 1-2 Februari kemarin. Tim penjemputan dan evakuasi terdiri dari berbagai pihak, di antaranya Kementrian Kesehatan, Kementerian Luar Negeri, Tim medis, dan juga kru pesawat disiapkan. Dengan menggunakan pakaian khusus mereka pun melaksanakan visi kemanusiaan , menjemput saudara-saudara kita yang berada di daerah infeksi virus corona. Sebuah perjuangan yang patut untuk dihargai, mengingat betapa berbahayanya virus ini.
Penjemputan dilakukan dengan menggunakan pesawat Batik Air yang berkapasitas sekitar 300 orang. Akhirnya sebanyak 238 WNI berhasil dievakuasi dan dipulangkan ke tanah air. Meskipun mereka dinyatakan sehat oleh pemerintah China , mereka tetap tidak bisa langsung bertemu dengan keluarga. Setelah tiba di bandara Hang Nadim Batam, para WNI dari China ini harus menjalani observasi dan karantina sekitar 2 minggu untuk memastikan mereka benar-benar aman dan terbebas dari virus serta bisa dengan nyaman kembali ke tengah keluarga dan masyarakat Indonesia. Prosedur ini tentu saja tidak hanya dilakukan oleh Indonesia. Semua negara yang mengevakuasi warganya harus menjalani observasi dan karantina sesuai prosedur.
Pulau Natuna dipilih sebagai tempat observasi dan karantina. Hal ini tentu sudah dipikirkan dengan berbagai pertimbangan. Baik tempat maupun fasilitas sudah dipertimbangkan agar semuanya aman dan nyaman. Selayaknyalah kita patut menghargai usaha yang telah dilakukan dengan baik. Para tim penjemput pun tidak boleh gegabah. Mereka menggunakan pakaian khusus untuk perlindungan dan pencegahan.
Semoga para WNI dari China dan keluarga diberi kesabaran untuk menahan sejenak kerinduan dan menjalani serangkaian observasi demi kebaikan bersama. Kita doakan semoga semua bisa berjalan dengan baik sesuai dengan standar prosedur WHO dan dapat kembali berkumpul bersama keluarga tanpa dihantui corona.
Bantul, 03022020
#tantangangurusiana#harike-3#

No comments:
Post a Comment