Thursday, March 12, 2020

Rahasia Malam

Rahasia Malam
pixabay.com

Rahasia Malam

Bu Dyah masih uring-uringan di depan laptopnya ketika Bu Nina masuk ke ruang guru.
“Ada apa Bu Dyah? Koq serius banget?’ tanya Bu Nina.
“Iya nih Bu...dari kemarin setiap mau unggah tugas selalu muter terus. Ujung-ujungnya error. Kan jadi BT,” jawab Bu Dyah
Bu Dyah dan beberapa teman guru sedang mengikuti pendampingan PKB melalui PKP berbasis zonasi. Ada beberapa tagihan berupa LK dan laporan yang harus diunggah lewat LMS. Berhari-hari belum kelar juga.
“Oh itu to... Cari waktu yang tepat Bu. Kalau jam segini ya sibuk-sibuknya. Bayangkan saja satu pintu untuk guru di seluruh Indonesia. Pasti semua akhirnya hanya berjubel di depan pintu. Malah susah kan masuknya,” Bu Nina menjelaskan.
“Terus kapan dong Bu saat yang tepat?” tanya Bu Dyah.
“Coba Ibu unggah waktu tengah malam atau menjelang subuh. Pasti lancar jaya Bu. Orang-orang masih terlelap kan, pintu pun akan terbuka . Banyak peluang untuk masuk Bu. Bukankah demikian juga dalam ajaran kita? Ketika malam tiba, saat sebagian besar orang terlelap dalam dekapan dingin dan gelap, bangunlah. Coba saja nanti malam Bu,” jawab Bu Nina.
“Begitu ya Bu. Saya cobanya nanti malam. Mudah-mudahan tidak ketiduran,” jawab Bu Dyah.
“Betul Bu... bisa sebelum atau sesudah salat. Pasti muter-muternya tidak lama,”
“Makasih Bu Nina.. wah benar-benar pejuang PKP nih. Setelah hari libur untuk In sekarang pun harus meluangkan malam untuk unggah laporan,” kata Bu Dyah.
“Semangat Bu.. semoga berkah dapat ilmu yang bermanfaat. Bisa kita terapkan dalam pembelajaran, sehingga anak didik merasa senang dan nyaman. Mudah-mudahan kenyamanan mengantar mereka pada kesuksesan kelak. Bukankah pesan Mas Nadhiem lakukan perubahan sekecil apa pun?” sambung Bu Nina.
“Iya Bu Nina.. Ternyata malam memang penuh rahasia. Begitu banyak kesempatan yang malam berikan, tetapi kadang kita lelap dalam buaian. Kesempatan pun kadang berlalu begitu saja. Padahal mestinya justru terhampar begitu luas. Tidak hanya untuk menyelesaikan pekerjaan dunia tapi juga kesempatan untuk mengadu kepada-Nya. Sang Maha Pemberi yang akan mengabulkan doa dan harapan bagi hamba-Nya yang mau berjuang. Terima kasih banyak Bu Nina,” Bu Dyah tersenyum menatap sahabat seperjuangannya itu.
“Semangat Bu Dyah... Ayo luangkan waktu, ambil kesempatan yang telah diberikan. Semangat para pejuang PKP. Kita bisa !”
Keduanya pun tertawa renyah.
Banguntapan, 10 Desember 2019

No comments:

Post a Comment