Thursday, March 12, 2020

Bukan Pelarian

Bukan Pelarian

Bukan Pelarian

Tantangan Menulis Hari ke-13
#tantangangurusiana
Hidup adalah perjalanan
Maka bawalah bekal secukupnya
Bekal ilmu perjalanan
Agar tak sesat di kemudian
Hidup adalah perjalanan
Maka pilihlah jalan yang benar
Meski banyak kerikil tajam
Kadang berliku dan banyak tikungan curam
Hidup adalah perjalanan
Berjalanlah dengan sopan
Agar orang lainpun jadi segan
Dan janganlah berjalan dengan angkuh
Pertanda diri seolah tak butuh
Hidup bukanlah pelarian
Maka janganlah berlari
Lari dari kenyataan
Lari dari masalah
Lari dari ujian,
Lari dari kebenaran
Lari dari jalan Tuhan
Lari dari panggilan – Nya
Kembalilah ..Jangan terus berlari
Kecuali berlari pada ampunan- Nya
Berjalanlah dengan amanah
Di rel yang seharusnya
Dunia ini bukan tempat kita bersemayam dalam keabadian. Dunia hanyalah sebagian dari sebuah perjalanan. Bahkan ada yang bilang di dunia ini hanyalah mampir ngombe. Alias singgah sementara untuk minum. Bisa dibayangkan berarti masih ada sebagian waktu yang lebih banyak untuk tak hanya singgah.
Jalan yang kita lewati pun berbeda-beda. Terkadang lurus dan penuh dengan kenyamanan, tetapi tak jarang terjal dan berliku. Panas dan hujan sudah biasa. Tak perlu menyalahkan panas yang berkepanjangan, pun ketika hujan tak kunjung reda. Kitalah yang harus siap dengan segala perbekalan. Sediakan payung dan jas hujan, agar terlindung dari panas dan hujan. Pakailah alas kaki yang nyaman, agar terhindar dari kerikil tajam. Begitulah manusia harus bersiap dengan segala kemungkinan untuk menempuh perjalanan yang panjang.
Sesama pejalan atau musafir pun tidak boleh arogan, sebagaimana Allah ta’ala telah berfirman;
وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ
Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri” (QS. Lukman: 18).
Dalam menempuh perjalanan ini kita tidak sendirian, banyak teman dan saudara meski kadang tak seiring jalan . Ayat ini mengajarkan kepada kita , agar kita tidak tinggi hati terhadap sesama, tidak boleh memalingkan muka ( karena sombong ) ketika sedang berbicara dengan orang lain. Selain itu kita juga tidak boleh melangkah dengan angkuh. Etika dan sopan santun harus senantiasa dijaga. Benar adanya slogan yang banyak ditulis di jalan-jalan kampung yang berbunyi “ Anda sopan, kami segan. Anda ngebut benjut “. Ini menggambarkan bahwa kerendahan hati akan membawa dalam kebaikan, tetapi arogan dan sombong akan membawa doa yang tidak baik ditujukan. Maka mari berjalan dengan hati-hati penuh rendah hati dan tidak menyombongkan diri.
Hidup adalah perjalanan, bukan pelarian. Kita tak perlu berlari dari kenyataan. Biarkan semua berjalan seperti yang seharusnya. Perjalanan memang terkadang tak nyaman, tapi semua harus dihadapi dengan senyuman dan keyakinan. Masalah yang ada bukan untuk dihindari, tetapi jadikan sebagai tempaan dunia yang akan mendewasakan kita dan menjadikan insan yang lebih bermakna. Pedang yang tajam tidak dibuat dengan belaian, tetapi harus dipukul, dibanting, bahkan dibakar agar menjadi tajam dan berguna. Pun dengan diri kita.
Hidup memang bukan pelarian, tetapi ada kalanya kita harus berlari. Ketika tanpa disadari jauh dari rel yang kita lewati, maka segeralah berlari. Kembali ke rel yang seharusnya. Berlari menuju ampunan Sang Pencipta. Berlari ke jalan yang benar.
Semoga kita bisa menempuh perjalanan ini dengan nyaman, bekal yang cukup hingga saatnya sampai di tempat tujuan dengan baik.
Bantul,13022020
#tantanganmenulisgurusiana#Bukan Pelarian

No comments:

Post a Comment