Thursday, March 12, 2020

Masih Adakah Waktu untukku? ( Tantangan Hari Ke-1 )

Masih Adakah Waktu untukku? ( Tantangan Hari Ke-1 )
muslimahwahdah.or.id

Masih Adakah Waktu untukku? ( Tantangan Hari Ke-1 )

Hari sudah tak siang lagi, ketika Kang Karyo pulang. Lebih tepatnya sudah hampir gelap. Sejak lima hari kerja rumah ini ada tanda-tanda kehidupan menjelang senja. Anaka-anak sekolah pun full day. Begitu juga dengan Yu Jum. Untunglah kalau sore telah tiba, suasana rumah kembali ramai seperti biasanya. Setelah bersih-bersih diri, Kang Karyo menikmati teh hangat yang sudah dibuat oleh istrinya, sambil menunggu magrib tiba. Hangat dan segar begitu meminumnya. Diliriknya wanita di sebelahnya. Duduk dengan muka ditekuk, membuat Kang Karyo penasaran. Padahal biasanya dia kan berapi-api bercerita banyak hal.
“Ada apa Dik? Muka ditekuk begitu. Jelek tahu,” tanya Kang Karyo.
“Aku telat Kang,” jawab Yu Jum lirih.
“Oh ya.. Alhamdulillah. Terima kasih ya Allah, masih diberi kepercayaan untuk punya momongan lagi,” kata Kang Karyo kegirangan.
“Ihhh..... Apa sih Kang! Bukan telat itu,” sahut Yu Jum sebel.
“Lha, terus kenapa? Apanya yang telat?’ tanya Kang Karyo mengernyitkan dahi, sambil menelan saliva.
“Itu lho Kang. Aku lama tidak membuka blog gurusiana. Eh ternyata ada tantangan menulis tiap hari. Teman-teman sudah dapat beberapa hari. Malah ada yang sudah hari ke-17. Nah, aku satu pun belum,” jawab Yu Jum.
“Oh...ya sudah ikut dan menulis saja. Begitu saja koq repot,” Kang Karyo tersenyum mendengar penjelasan istrinya yang tampak semakin sebel.
“Tapi apa Aku bisa Kang. Aku sudah tertinggal jauh dengan mereka,”
“Sudahlah Dik. Kamu pasti bisa. Setidaknya berusahalah. Menulislah. Ikuti tantangan semampumu. Toh dengan menulis banyak manfaatnya. Menulis juga bisa menjadi sedekah pengetahuan. Mendapat pahala dari-Nya. Kamu bisa berbagi pengetahuan, pengalaman dan banyak hal yang bermanfaat. Asal jangan menulis hoaks. Bisa kena pasal pelanggaran. Kamu juga bisa berlatih disiplin,”
“Disiplin? Apa maksudnya Kang?Koq bisa?” tanya Yu Jum.
“Bisa dong. Menulis itu melatih disiplin. Misalnya saja berita atau cerita hari ini, ya harus segera kau tulis hari ini. Kalau ditulis minggu depan sudah tidak menarik lagi, alias ketinggalan kereta. Jadi seorang penulis harus disiplin menulis. Selain itu penulis harus disiplin membagi waktunya alias tidak up to date. Kalau tidak disiplin maka menulis akan menjadi beban yang kian menumpuk, dan sulit untuk memulai lagi. Akhirnya menyalahkan situasi, yang sibuklah, yang inilah, yang itulah. Kayak siapa hayoooo?”
“Hehehe...kayak aku ya,” jawab Yu Jum tertawa.
“Nah gitu. Muka tak usah ditekuk, biar keriput tak nambah. Mulailah menulis! It’s never to late ( sambil menyanyikan lirik lagu ini ). Tak ada kata terlambat. Masih ada waktu untukmu. Jangan lupa jaga diri, jaga kesehatan, jangan sampai kelelahan. Kasihan aku dan anak-anak kalau terabaikan. Tugas di kantor pun harus tetap dijalankan, jangan dilupakan,” kata Kang Karyo sambil tersenyum pada istrinya.
“Makasih ya Kang...Insyaallah kucoba, semoga masih ada waktu untukku,”
Yu Jum segera beranjak ke belakang dengan penuh semangat. Bangkit dan mencoba untuk berlatih menulis dan menulis lagi. Meski yang lain sudah sampai jauh ( mungkin Jakarta....hehehe ) Yu Jum tak peduli. Dibukanya laptop kesayangan. Mulailah ditulisnya cerita untuk hari ini. Bismillah..
#Tantangan Gurusiana#

No comments:

Post a Comment