Siapakah Guru Penggerak?
Masih begitu segar dalam ingatan kita pidato Mas Menteri yang begitu indah dan menyentuh hati. Naskah pidato yang begitu cepat menyebar ke seluruh pelosok negeri. Mengusik dan menggugah hati para guru. Kalimat yang terangkai begitu indah hingga membuat hati para guru apalagi mak-mak meleleh. Bahkan begitu banyak yang beruarai air mata ( tisu mana tisu.....hiks )
Pidato yang berbeda dari biasanya, benar-benar membuat para guru jadi baper. Guru dengan tugas termulia, tanggung jawab yang begtiu berat. Terkadang bagai buah simalakama. Keraguan pada Mas Menteri yang tidak berlatar belakang kependidikan perlahan mulai melunak. Berganti harapan baru agar pendidikan di Indonesia semakin maju.
Apa sebenarnya yang terkandung dalam pidato tersebut? Anda penasaran? Silakan baca kembali dan temukan maknanya. Setiap individu teetu memiliki pemahaman dan penafsiran yang berbeda. Itu tidak masalah, karena berbeda itu bukan larangan. Namun demikian pastilah ada hal-hal yang sama yang bisa kita ambil di dalamnya.
Semua berawal dan berakhir dari guru. Guru diharapkan dapat melakukan perubahan sekecil apa pun dalam kelasnya. Membuat peserta didik menjadi aktif baik kegiatan di dalam maupun di luar kelas. Pendekatan secara personal, sehingga guru paham betul dengan peserta didiknya. Memposisikan mereka sebagai pribadi yang harus didengar dan diutamakan. Guru harus mampu mengenali dengan baik peserta didiknya. Ada masalah apa, bagaimana kondisinya. Mengajak anak-anak untuk berani berpendapat, mengemukakan ide dan menhargai orang lain. Anak-anak harus terlibat secara aktif dalam pembelajaran.
Hal ini tentu seiring dengan kurikulum 2013. Pembelajaran tidak lagi berpusat pada guru, tetapi berpusat pada peserta didik. Guru sebagai fasilitator harus mmampu menciptakan pembelajaran yang merangsang anak untuk berpikir kritis dan memiliki kemampuan memecahkan masalah. Mereka dibiasakan untuk bekerja dalam tim. Pembelajaran secara kooperatif sehingga anak terbiasa berkolaborasi dan berkomunikasi dengan orang lain, baik sesama anak maupun dengan ornag yang lebih dewasa. Guru juga harus mengenali potensi anak didiknya, sehingga bisa memberi kesempatan untuk berkembang sesuai dengan potensinya itu.
Selain itu guru juga tidak boleh pelit ilmu. Jangan ada kekhawatiran ilmu akan berkurang setelah dibagi. Bagai tanaman semakin dibagi ilmu justru akan semakin berkembang. Ibarat sedekah ilmu pengetahuan. Insyaallah akan tercatat sebagai ibadah sosial yang akan membawa dalam keberkahan. Tak perlu jauh-jauh. Kita bisa berbagi lewat forum guru terdekat. Optimalisasi MGMP baik tingkat sekolah, kecamatan maupun kabupaten. Membangun masyarakat belajar untuk saling berbagi dan menginspirasi.
Apabila semua guru bergerak untuk melakukan perubahan maka pendidikan akan menjadi lebih baik. Guru yang perhatian dan mengenal betul anak didiknya sehingga bisa membimbing dengan maksimal. Merekalah guru penggerak. Guru yang menempatkan anak didik di atas kepentingan yang lainnya. Mampukah kita?
Apa perubahan kelas Anda hari ini?
#Selamat Hari Guru# Guru Penggerak Indonesia Maju.
Makasar,26 Juni 2019

No comments:
Post a Comment