Thursday, March 12, 2020

Tak Seindah Bunga


Tak Seindah Bunga
Yukepo

Tak Seindah Bunga

Aku tak seindah bunga
Apalagi bak bunga mawar yang sedang merekah
Tidak! Kelopakku satu persatu telah layu
Warnanya kian memudar, terkena panas dan hujan
Suatu saat akan menghitam , kering kerontang, hingga akhirnya berguguran.
Aku tak seharum bunga
Apalagi seharum melati, yang selalu mewangi sepanjang hari
Keringat dan dakii terkadang menemani
Sesekali bau terasi, karena aku harus menyiapkan menu hari ini.
Aku tak seindah bunga
Apalagi secantik amarylis
Warnanya berseri menawan hati
Aku tak pandai merawat diri, apalagi merias diri bak artis di dalam teve
Aku tak seindah bunga
Apalagi bagai anggrek yang selalu segar
Kulitku mulai mengendur, keriput pun bermunculan
Goyah ketika angin menerpa.
Aku tak seindah bunga
Aku tak seharum melati, aku tak sesegar anggrek , aku pun tak secantik amarylis Namun aku juga bukan bunga plastik, indah cantik, berseri, tetapi penuh dengan kepalsuan.
Mungkin aku hanyalah bunga liar, yang bisa tumbuh di mana saja
Tak peduli panas dan hujan
Meski kadang harus terinjak , aku yakin mampu bertahan
Bunga liar yang terkadang dilupakan
Aku tak seindah bunga
Namun aku akan selalu ada
Di sampingmu dalam suka dan duka
Tak peduli ketika yang lain menjauhi
Ya..! Aku akan tetap di sini
Bersamamu menemani setiap detik yang berlalu, karena telah kuserahkan hidupku
Hanya untukmu
Tak peduli gelombang yang tinggi
Tak peduli badai topan yang selalu menghantui,
karena ku telah merelakan hati tuk menggapai rida Illahi, hanya bersamamu.
Happy anniversary#12oktober1997#
Banguntapan, 12 Oktober 2019

No comments:

Post a Comment