Ketika Waktu Terhenti
Tantangan Menulis Hari ke-19
#tantangangurusiana
Apa yang orang lain tak punya, hampir dia miliki semua. Hidup yang mapan dan berkecukupan. Karier yang melejit, harta yang melimpah, istri yang cantik, wajah yang tampan. Tak kekurangan sedikit pun. Namun semua terjadi di luar kemampuan diri . Maut menjemput tanpa permisi. Semua ditinggalkan begitu saja. Sedetik pun tak mampu memundurkan. Tak ada tawar menawar. Kematian datang tanpa kompromi.
Terkadang kita lupa, kalau hidup ini hanyalah sementara. Dunia hanyalah persinggahan. Kita tak akan menetap di sini selamanya. Urip ming mampir ngombe. Akankah kita masih tak percaya?
Berulang kali Allah menunjukkan, agar kita bisa belajar. Hidup yang hanya sementara. Tak perlu angkuh dan congkak dengan apa yang kita punya. Semua tidak akan dibawa ketika Sang Pencipta memanggil. Ditinggalkan begitu saja.
Masih begitu banyak waktu berlalu dalam kesia-siaan. Mengejar dunia seakan hidup ini selamanya. Sungguh Ashraf Sinclair (AS) memberikan pelajaran yang luar biasa. Hidup benar-benar tak selamanya.
Ketika janji telah datang. Ketika waktu telah terhenti.Di situlah tak pernah ada kompromi. Mau tidak mau harus mau, kita harus pulang. Kembali kepada-Nya. Tak ada yang bisa kita bawa. Harta, orang tercinta, bahkan nama pun kita tinggalkan.
Hanyalah amal dan kebaikan yang akan menemani sampai saatnya pengadilan nanti.
Semoga kita bisa mengambil hikmah dari semua ini. Bergegas memperbaiki diri, ketika waktu masih diberi. Perbanyak bekal untuk kehidupan yang lebih hakiki. Bekal yang akan kita bawa sampai mati. Bekal yang tidak hanya di dunia fana ini. Instropeksi dan terus menjadi pribadi yang lebih baik. Menuju hidup yang berkualitas. Hidup yang tak terjebak dalam indahnya dunia. Ketampanan, kecantikan, kepopuleran tak menjamin hidup lebih lama.
Jadi siapkah kita?
Bila ajal sudah tiba
Ke mana kita akan sembunyi?
Di ujung bumi pun tetap akan dicari
Sedetik pun tak akan terlewati
Bila waktu telah usai
Ke mana kita akan sembunyi
Di gua yang tak terlihat?
Di hutan yang lebat?
Tak ada satu pun yang bisa menghindar
Entah sedang sakit
Sedang dalam perjalanan
Sedang berduka cita
Semua pasti terjadi
Tak ada yang bisa memajukan
Atau mengundurnya sesuai keinginan
Yang harus terjadi akan tetap terjadi
Raga hanyalah titipan
Ketika Sang Pemilik mengambilnya
Apalah daya kita
Jagalah raga kita
Jagalah jiwa kita
Jagalah keluarga kita
Karna kita tak pernah tahu
Kapan saat itu akan tiba
Semua akan kita tinggalkan
Harta, jabatan, kesayangan
Tak satu pun kita bawa
Bahkan orang tercinta sekali pun
Persiapkan bekal yang bisa menemani
Ketika ajal menghampiri
Selagi masih ada waktu
Perbaiki diri selalu
Agar tak menyesal di kemudian
Karna dunia hanyalah persinggahan
Tuk lanjutkan kehidupan yang lebih kekal
Bantul, 19022020

No comments:
Post a Comment