Thursday, March 12, 2020

Engkaulah Guruku

Engkaulah Guruku
dokumen pribadi

Engkaulah Guruku

Hari ini begitu istimewa bagi para guru. Pun demikian denganku. Meski terlahir dari keluarga petani yang sederhana, aku sangat beruntung. Betapa tidak. Bapak dan ibuku memiliki pemikiran yang jauh berbeda dengan orang-orang di sekitarnya waktu itu. Bekal pendidikan adalah utama dibandingkan harta yang lainnya, sehingga sekolah yang tinggi memjadi keniscayaan.
Menunggui setiap malam, bagaimana kami belajar, membuat diri merasa malu untuk tak sungguh-sungguh. Bersama saudara-squdaraku belajar dan bermain bersama. ( Ah jadi rindu pada keluarga dan masa kecilku hiks...)
Bapak selalu bilang, bahwa ilmu adalah bekal utama untuk mengarungi masa depan. Kalau hanya sebidang tanah, lama-kelamaan akan habis, tapi ilmu tidak demikian. Ilmu akan terus berkembag dan bertambah meski dibagikan. Waktu itu aku belum bisa mencerna dengan baik makna pesan Bapak. Aku hanya belajar dan belajar sebagai wujud bakti dan taat pada nasehat orang tua.
Kini baru aku memahami. Benar adanya kata orang tua. Bahkan kita pun tak menyanggah dengan ilmu hidup menjadi mudah. Dengan seni hidup menjadi indah. Dengan agama hidup menjadi terarah.
Perjalanan panjang mengantarku untuk menempuh pendidikan sarjana. Guru menjadi pilihanku. Pilihan yang kuperjuangakan dan kuraih dengan doa dan dukungan orang tua.
Kini aku dipanggil "Bu Guru". Panggilan yang dulu sangat kuinginkan. Sesungguhnya panggilan ini kupersembahkan untuk Bapakku. Lelaki terhebat yang begitu kuat berjalan, demi biaya pendidikan. Lelaki terhebat yang mandi keringat agar cita-citaku menjadi nyata.
Panggilan ini untuk ibuku. Perempuan luar biasa yang selalu mendidik anak-anaknya penuh cinta.
Mereka ajarkan tentang gelombang, yang pasti datang di setiap kehidupan. Bukan untuk ditakuti, tetapi butuh keberanian untuk menghadapi. Mereka ajarkan tentang mendung, hujan , dan pelangi yang datang dan pergi. Mereka ajarkan keyakinan diri, bahwa hidup adalah milik-Nya. Manusia hanyalah berusaha, berdoa, segala yang terjadi adalah keputusan-Nya.
Mereka yang selalu menguatkan, bahwa Allah selalu bersama hamba-Nya. Bukan Allah tak tahu betapa hancurnya hatimu. Bukan Allah tak tahu betapa lemahnya dirimu. Justru Allah sangat tahu bahwa engkau sanggup melewati semua itu. Sungguh kalimat yang terdengar begitu indah di telingaku. Kalimat yang selalu menjadi motivasi dalam diri untuk terus menjalani, menikmati dan mensyukuri setiap babak dalam lembar perjalanan hidup ini.
Terima kasih Ibuku. Terima kasih Bapakku. Karenamulah hari ini aku dipanggil “ Bu Guru “
Selamat Hari Guru untuk para guru Indonesia. Teruslah berinovasi, sesungguhnya guru mulia karena karya.
#Makassar, 25 November 2019#Salam rindu

No comments:

Post a Comment