Pembelajaran HOTS
Ternyata sekarang ini tidak hanya cuaca yang hot atau panas, tetapi tentu kita juga sering kali mendengar bahwa pembelajaran pun harus berorientasi HOTS. Bagaimana pembelajaran yang HOTS itu? Sudahkah pembelajaran kita HOTS?
Setelah beberapa muatan seperti PPK, literasi,pembelajaran abad 21, kini saatnya pembelajaran pun harus HOTS. Bagaimana sebenarnya pembelajaran HOTS?
High Order Thinking Skill ( HOTS ) atau ketrampilan berpikir tingkat tinggi merupakan proses berpikir yang kompleks. Dalam menguraikan materi, membuat kesimpulan, membangun representasi, menganalisis, dan membangu hubungan melibatkan aktivitas mental yang paling dasar.
Ada beberapa aspek yang harus diperhatikan dalam pembelajaran dengan keterampilan berpikir tingkat tinggi.
1. Transfer knowledge
Keterampilan berpikir sesuai dengan ranah kognitif, afektif, dan psikomotor yang menjadi satu kesatuan dalam proses belajar dan mengajar.
Ranah kognitif terbagi menjadi beberapa level dari C1 sampai C6. Untuk pembelajaran yang HOTS maka level kognitif berada pada C4 ke atas.
Pembelajaran yang berlangsung diharapkan memberi kesempatan pada peserta didik untuk menganalisis persoalan dan keterampilan untuk berkomunikasi, menyampaikan kepada orang lain. Tabel proses kognitif HOTS dapat dilihat pada gambar 1.
2. Critical and creative thinking
Keterampilan yang dikerahkan dalam memecahkan permasalahan yang muncul, mengambil keputusan, menganalisis, menginvestigasi, dan menyimpulkan. Pembelajaran harus memberi kesempatan pada peserta didik untuk berpikir kritis. Kegiatan percobaan, pengolahan data, diskusi diharapkan dapat merangsang peserta didik untuk terampil, berani bertanya, mampu menyusun hipotesis dan mampu menyimpulkan.
3. Problem solving
Keterampilan yang memiliki keinginan kuat untuk dapat memecahkan masalah yang muncul pada kehidupan sehari-hari. Pembelajaran yang tidak hanya dengan menggunakan ceramah saja. Praktik dan memanfaatkan segala yang ada di sekitar kita,sehingga peserta didik memiliki kemampuan untuk memecahkan masalah.
Keterampilan tersebut diharapkan dapat muncul dalam proses pembelajaran. Kuncinya ada pada guru sebagai fasilitator. Guru harus mampu mendesain pembelajaran yang tepat. Pemilihan model pembelajaran sesuai dengan karakteristik materi. Untuk itu guru pun harus memiliki keterampilan dalam memilih model pembelajaran.
Apa saja dan bagaimana model-model pembelajaran? Ikuti artikel selanjutnya ya....
Banguntapan, 4 Desember 2019


No comments:
Post a Comment