Thursday, March 12, 2020

Dukamu, Dukaku, Duka Kita

Dukamu, Dukaku, Duka Kita

Dukamu, Dukaku, Duka Kita

Tantangan Menulis Hari ke-22
#tantangangurusiana
Dunia pendidikan kembali berduka. Dalam hitungan detik, berita susur Sungai Sempor yang dilakukan dalam kegiatan Pramuka SMP Negeri 1 Turi Sleman menggemparkan. Kegiatan yang berujung pada meninggalnya beberapa peserta didik sungguh membuat pilu. Tak hanya mereka , namun kita semua pun ikut berduka. Empati pun berdatangan dari seluruh penjuru di negeri ini.
Kamis, 21 Februari 2020 SMP Negeri 1 Turi mengadakan kegiatan susur sungai yang diikuti oleh kelas 7 dan kelas 8. Seperti diberitakan kegiatan yang seharusnya diikuti 256 peserta ini akhirnya hanya 250 , karena 6 anak izin untuk tidak mengikuti. Ketika mereka mulai menyusuri, air sungai dalam keadaan tidak deras. Anak-anak pun dibagi menjadi beberapa kelompok, dengan tiap kelompok ada pemimpin atau pemandu. Tawa dan ceria, semangat yang menggelora tetiba saja menjadi kepanikan dan mala petaka. Tanpa diawali hujan, air mendadak deras. Kiriman dari hulu sungai seakan datang begitu saja. Teriakan dan usaha untuk segera naik ke atas pun segera diupayakan. Namun apa daya ada beberapa yang terseret arus yang mendadak deras.
Orang tua pun segera datang berhamburan ke lokasi terdekat. Mencari buah hati tercinta. Tim SAR pun segera diturunkan untuk melakukan pencarian. BPBD, TNI dan kepolisian pun dengan sigap segera turun ke lokasi.
Sungguh maut datang tanpa permisi. Tawa dan gembira berubah menjadi air mata dan ketakutan. 6 siswa dinyatakan meninggal dan 4 masih dalam pencarian. Berharap segera ada titik terang. Berita pun sempat simpang siur di media sosial. Mengingat jumlah peserta yang ratusan. Konfirmasi dari orang tua dan laporan mereka menjadi acuan untuk melakukan pencarian. Sampai tadi malam , 4 anak dinyatakan masih dalam pencarian.
Nasi telah menjadi bubur. Bila ada tawar menawar, tak seorang pun mau untuk menerima musibah ini. Apa daya manusia hanya sekadar menjalani. Namun demikian, kita diberi kesempatan untuk bisa belajar dan mengambil hikmah dari setiap kejadian. Kegiatan apapun tetap harus mempertimbangkan keselamatan. Medan , cuaca, situasi dan kondisi harus diperhatikan. Susur sungai tidak hanya membutuhkan keberanian, tetapi kesiapan mental dan fisik, serta tentunya keterampilan untuk menghadapi segala kemungkinan.
Akhirnya semua sudah menjadi suratan dari-Nya. Kelapangan, kebesaran , dan keikhlasan hati untuk menjalani. Semoga keluarga besar SMP Negeri 1 Turi diberikan kekuatan dan ketabahan untuk menjalani semua ini. Kehilangan memang selalu meninggalkan duka dan air mata. Apa daya semua telah terjadi. Semua peristiwa terjadi sudah atas izin-Nya. Bahkan sehelai daun yang gugur pun. Kita hanya bisa berdoa dan belajar , agar ke depan lebih berhati-hati dan waspada.
Dukamu, dukaku, duka kita.
Bantul, 22022020

No comments:

Post a Comment