Mana KTP dan SIMmu?
“Woo..keren ya Kang,” kata Yu Jum sseraya tak berkedip menatap layar kaca.
“Apa Dik? Terpesona amat. Sama aku aja ga segitunya kali,” jawab Kang Karyo.
“Itu lho Kang, menteriku yang baru. Masih muda, pinter , berwawasan luas. Pokoknya menteri era milenial deh,” jawab Yu Jum berapi-api.
“Oh ya...? tanya Kang Karyo sambil ikutan melihat teve.
“Jujur Kang, aku sebenarnya deg-degan. Takut apa aku mampu mengikuti perkembangan ,” keluh Yu Jum pada suaminya.
“Kenapa?” tanya Kang Karyo penasaran.
“Sekarang apa-apa serba digital dan on line. Beda jauh dengan zaman kita sekolah dulu. Anak-anak pun demikian,” jawab Yu Jum.
“Nah..itu dia kamu sudah tahu. Zaman telah berubah Say..., semua ada masanya. Anak-anak sekarang tidak bisa diberlakukan seperti zaman kita dulu. Apalagi guru kan agen perubahan. Harus mampu dan mau untuk berubah dong. Istilahnya harus mau keluar dari zona nyaman, kalau tak ingin ditinggalkan,” kata Kang Karyo.
“Itulah Kang, apa aku mampu ya?” jawab Yu Jum lirih.
“Kamu masih punya KTP dan SIM Dik?” tanya Kang Karyo.
“Masih, tapi untuk apa Kang?” tanya Yu Jum sambil mengernyitkan dahi. Dia merasa heran dengan pertanyaan suaminya itu.
“Dengarkan baik-baik ya. KTP itu singkatan dari Kemauan, Tekad dan Pengorbanan. Kita harus punya kemauan untuk selalu berubah menjadi lebih baik. Tak cukup kemauan, harus ada tekad untuk mewujudkannya. Kadang kita pun harus mengorbankan perasaan juga. Setiap perubahan pasti akan mendatangkan pro dan kontra. Nah ketika ada yang mencibir pun kita tidak boleh menyerah. Kesampingkan perasaan,” jawab Kang Karyo.
“O....begitu ya Kang. Kalau SIM?” tanya Yu Jum penasaran.
“SIM itu Semangat, Ikhtiar dan Mencoba. Kita harus punya semangat untuk mewujudkan impian dan cita-cita kita. Kewajiban manusia adalah melakukan ikhtiar. Berusaha dengan kesungguhan, disertai doa. Hasilnya biarlah Allah yang tentukan. Terlebih dunia pendidikan bukanlah sulapan. Kita tak bisa menikmati hasilnya hari ini. Nah yang terakhir adalah keberanian untuk mencoba. Kita tak akan pernah tahu kalau tidak mencoba. Tapi ingat hidup hanya sekali jangan coba-coba,” jawab Yu Jum.
“Wow.......Ternyata suamiku juga keren. Amazing....,” jawab Yu Jum sambil tersenyum lebar.
“Baru sadar Dik. Ke mana saja kamu selama ini?” sungut Kang Karyo.
“Hehehe....iya, ya....Makasih ya Kang. Semoga KTP dan SIMku tetap bisa kupertahankan, tidak kedaluwarsa,”
“Bagus...tapi lambungku sudah protes dari tadi lho Dik. Lapeeer....,”
“Maaf...segera kusiapkan ya Kang. Tunggu sebentar ya,” jawab Yu Jum sambil berjalan menuju dapur.
“Ga pakai lama ya Dik, “ teriak Kang Karyo.
“Siaaaap.....,”
Rumahku, 29 Oktober 2019

No comments:
Post a Comment