Thursday, March 12, 2020

PISAH ATAU SAMBUNG?

PISAH ATAU SAMBUNG?
pendidikan karakter

PISAH ATAU SAMBUNG?

Modal utama dalam menulis adalah kemauan. Kemauan untuk berbagi dan berekspresi lewat tulisan. Tidak sekadar butuh kemauan untuk menulis apa saja yang bisa ditulis, tetapi penulis juga harus mau untuk terus belajar tata bahasa. Terlebih orang seperti saya, yang notabene berlatar belakang IPA. Belajar tentang tata tulis menjadi sebuah kebutuhan, agar bisa menulis dengan baik dan menarik.
Menulis dengan tata bahasa yang benar, menarik untuk dibaca, tentu tidak bisa dihasilkan hanya dengan sekali menulis saja. Kita tentu sudah sering mendengar kisah para penulis hebat. Mereka harus menulis berulang-ulang, sampai akhirnya begitu lihai dan piawai dalam merangkai kata. Untunglah sekarang tidak sesulit dulu. Coba bayangkan tahun 80an. Salah menulis dengan mesin ketik, maka kertas harus dibuang. Atau menulis dengan pena. Berapa kertas yang akhirnya berakhir di tempat sampah? Zaman akhirnya membawa kita pada masa kemudahan. Bila salah dalam menulis cukup delete saja. Paperless kan? Sangat praktis.
Maaf jadi ngelantur. Sebenarnya tulisan ini pernah saya terbitkan beberapa waktu yang lalu. Pengingat diri untuk belajar agar bisa menulis dengan baik. ( walau kenyataannya sampai kini belum bisa... hiks ). Kali ini saya ingin belajar tentang penulisan di dan ke ( dike ) yang sering membuat bingung.
Bagaimana penulisan dike yang benar? Kapan harus dipisah kapan disambung?
Di dan ke ditulis terpisah dengan kata yang mengikutinya apabila berperan sebagai kata depan. Nah, apa ciri kata depan atau preposisi?
Bila diperhatikan dengan saksama dan membuka kaidah penulisan ada kekhasan dalam penulisan kata depan. Ternyata bila dike diikuti oleh kata ATW , wajib dipisah atau diberi spasi. Sebaliknya bila diikuti kata selain ATW maka penulisannya disambung atau tanpa spasi. Apakah ATW itu ?
1. A = arah
Dike ditulis pisah apabila diikuti oleh kata yang menunjukkan arah.
Contoh : di timur, ke utara, di sisi dan lain sebagainya.
2. T = tempat
Dike ditulis pisah apabila diikuti oleh kata yang menunjukkan tempat.
Contoh : Di meja, ke Bandung, di panci, di pundak , di hati
3. W = waktu
Dike ditulis pisah apabila diikuti kata yang menunjukkan waktu.
Contoh : di malam hari, di pagi hari dan lain-lain.
Selain kata yang termasuk kategori ATW maka penulisan dike harus disambung atau tanpa spasi. Contoh dimakan, ditiriskan, disulap dan masih banyak lagi kata-kata yang lain.
Belajar itu sepanjang hayat, kita tidak hanya menjadi guru penulis, tetapi sejatinya adalah guru pembelajar. Belajar untuk selalu memperbaiki diri, meskipun tidak semudah membalikkan telapak tangan. Kita pasti bisa, ingat dike ingat ATW . Mudah bukan?
Banguntapan, 11 Desember 2019
#Edisibelajarku#

No comments:

Post a Comment