Guru Butuh Tantangan
Tantangan Menulis Hari ke-14
#tantangangurusiana
Tantangan menulis di gurusiana yang berbuah akan terbitnya sertifikat dengan level yang berbeda-beda benar-benar spektakuler. Betapa tidak. Rumah besar gurusiana hampir tak pernah sepi dari awal hari pukul 00.00 sampai pukul 23.59. Masa-masa emas di mana tulisan gurusianer bertengger di beranda pun nyaris dalam hitungan detik.
Jauh sebelum ada tantangan, artikel yang diterbitkan bisa bertengger sekitar 15 menit di beranda. Para pengunjung dan pembaca pun masih bisa terpantau lambat. Namun berkat adanya tantangan dari Pak CEO Muhammad Ikhsan , semua sungguh berbeda. Para gurusianer dengan antusias dan penuh semangat mencoba untuk menjawab tantangan. Artikel yang terbit ibarat hujan yang tak pernah henti. Sungguh deru literasi yang luar biasa dan menggembirakan.
Ada beberapa hal yang dapat dipetik dari tantangan ini. Di antaranya adalah kemauan dan kemampuan guru untuk menjawab tantangan. Ternyata para guru membutuhkan tantangan. Ketika dihimbau untuk menulis saja, sedikit yang punya tekad. Akan tetapi begitu diberi tantangan, banyak yang langsung beraksi. Gurusianer baru kian bertambah banyak, begitu pula dengan kartu anggota Mediaguru tentunya. Hal ini terkait karena syarat untuk mengikuti tantangan ini salah satunya adalah memiliki kartu anggota Mediaguru.
Para penulis pun banyak melakukan trik dan trik agar bisa menulis tanpa bolong dan bisa meluangkan waktu. Ada yang mengambil pada tengah malam supaya tidak lupa. Ada yang memasang alarm agar tak ada hari yang kelewatan. Tiap hari mencoba untuk menggali ide dan mengembangkan menjadi artikel. Sungguh benar-benar pembentukan kebiasaan menulis yang super keren. Bisa dibayangkan bila para gurusianer yang menulis ini berada dalam satu ruang yang sama. Pasti semua sibuk dengan laptop masing-masing ya... Untung kita tersebar dari Sabang sampai Merauke.
Pertanyaan selanjutnya, kalau semua menulis terus siapa yang membaca? Hehehe.... semua peserta sibuk menjawab tantangan menulis, tapi terkadang lupa untuk membaca. Yang penting menulis dan menulis untuk memenuhi target. Walaupun kita berupaya keras untuk menulis, mestinya juga tetap membaca. Bukankah hakikat literasi dasar adalah menulis dan membaca?
Jadi sudahkah Anda membaca hari ini?
Sekolahku, 14022020

No comments:
Post a Comment