Seperti Nadi dan Vena
#Tantangan Menulis Hari Ke-6
#Tantangan Gurusiana
Dua pembuluh darah
Berdekatan tapi tak searah
Sifatnya pun bertolak belakang
Tapi itulah persahabatan
Tak harus sama
Saling melengkapi dan membawa warna
Jalani tugas yang berbeda
Agar peredaran darah menjadi sempurna
Nadi pergi meninggalkan jantung
Sedang vena berjalan menuju jantung
Nadi tebal kuat dan elastis
Sedang vena lemah dan cenderung tipis
Nadi punya satu katup sedang vena banyak katup
Nadi terletak agak dalam,
Sedang vena di permukaan
Begitulah Nadi dan Vena
Dekat berdampingan tapi sifat tak sama
Segala sesuatu di dunia ini, tak harus sama. Kita bisa belajar dari nadi dan vena. Tugas dan fungsinya tidak sama, tetapi mampu bersanding rukun dan bahagia. Bila salah satu tak berfungsi maka pincanglah fungsi yang lainnya. Demikian juga kita. Keberadaan kita pasti terkait dengan orang lain. Kita tak mungkin sendiri dan mampu hidup sendiri. Pastilah saling melengkapi. Inilah yang menjadikan hidup kian sempurna.
Di sekolah tidak semua berasal dari keluarga yang sama. Berbeda latar belakang, dengan keberagaman cara dan kebiasaan. Namun perbedaan yang ada bukan untuk diperdebatkan, atau justru menjadi jurang pemisah. Perbedaan menjadi kekayaan dan pembelajaran. Aku bukan dirimu dan dirimu bukan aku. Tak perlu menjadi orang lain , be your self. Menjadi diri sendiri. Ada kalanya kita berbeda, karena berbeda itu indah.
Jadikan perbedaan yang ada untuk saling melengkapi sehingga roda kehidupan tetap berjalan seperti yang seharusnya. Belajar dari pembuluh darah nadi dan vena. Keduanya ada di dalam tubuh kita. Saling berdekatan, beriringan dan berjalan bersama, tetapi arah dan tujuan berbeda. Meski arah dan tujuan berbeda, tapi ada tujuaan dan tugas besar yang harus mereka emban bersama. Nadi tak akan bisa menjalankan tugasnya dengan baik bila vena tidak berfungsi. Begitu juga sebaliknya.
Layaknya sepasang sandal atau sepatu. Tak akan bisa berperan bila kanan atau kiri semua. Begitu juga dengan kita. Baik dalam keluarga , masyarakat, maupun warga negara. Sifat, tugas, peran suami tak sama dengan sifat, tugas dan peran istri. Semua sudah ada peran dan fungsinya masing-masing. Tak perlu untuk saling menjatuhkan, tetapi justru bangunlah sebuah sinergisitas. Mari belajar dari nadi dan vena.
Bantul, 06022020
#tantangangurusiana#harike-6

No comments:
Post a Comment