Thursday, March 12, 2020

Fajar Menyapa

Fajar Menyapa
Liputan6.com

Fajar Menyapa

Anakku..
Fajar kembali datang menyapa. Mengusir pekat malam. Mengajak bersama menyambut sang surya yang masih berbenah. Perlahan beranjak, membawa sinar kehidupan. Menerangi dunia dengan indahnya. Burung-burung pun bernyanyi riang. Menggoda Pak Tani yang menghalaunya agar terbang. Riuh rendah bagai irama kehidupan.

Anakku..
Fajar kembali datang menyapa
Awali hari dengan senyum dan penuh harapan. Warna baru di hari yang baru. Kemarin biarlah menjadi kenangan. Sesekali dibuka, tapi jangan terlalu lama. Bergegas siapkan perbekalan. Makan dan minum secukupnya. Tak perlu berlebihan, untuk melanjutkan perjalanan. Bukankah hidup adalah perjalanan? Kita tak pernah tahu di mana ujungnya, namun kita pasti meyakini. Suatu saat akan berhenti dan tak bisa berjalan lagi. Sebelum saat itu tiba, teruslah berjalan dengan hati-hati, tak perlu berlari karena hidup bukan pelarian.

Anakku...
Fajar kembali datang menyapa.
Malam yang pekat biarkanlah. Tak perlu takut ataupun sedu sedan yang berkepanjangan. Karena malam akan selalu datang. Biasakan untuk bersahabat dengannya. Nikmati setiap gelapnya, agar hatimu menjadi lebih tenang. Renungkan setiap menitnya agar kau lebih paham arti siang. Ketika malam sudah semakin pekatnya, janganlah takut, karena itu pertanda pagi akan segera datang. Sinar akan kembali hadir, dan kau bisa melihat kembali betapa indahnya warna dunia hari ini.

Anakku...
Ujian adalah keniscayaan. Tak perlu gundah atau resah. Hadapi dengan kesungguhan. Ujian akan membawamu pada tingkat selanjutnya. Ketika ikhtiar sudah kau bentangkan, pasrahkan hasilnya. Sesungguhnya hasil tak akan berkhianat. Doa ibu, dan orang - orang di sekitarmu yang tulus menyayangimu, akan menemani setiap langkahmu. Tak perlu kau takutkan, karena apa yang Allah gariskan untuk menjadi milikmu tidak akan ada yang mampu merenggutnya darimu. Begitu juga apa yang bukan hakmu tidak akan sampai kepadamu.

No comments:

Post a Comment