Tertib Berkendara, Pentingkah?
Lalu lintas sore itu sangat ramai. Maklumlah Jumat . Waktunya orang-orang pulang dari mencari nafkah. Begitu juga denganku. Segera kulaju si biru kesayangan. Hati gembira riang karena Sabtu akan datang. Hari yang selalu ditunggu-tunggu. Hari melepas rindu akan rumah dan keluarga.
Begitulah, Sabtu selalu disambut dengan suka cita, meski terkadang bagi ibu rumah tangga tanpa asisten sepertiku menjadi hari membuka celengan. Celengan cucian dan setrikaan sudah penuh dan siap dibuka. Tetiba menjadi laundry dadakan ( hehehhe..yang sama tunjuk jari yaaa).
Lampu merah pertama. Aku pun berhenti, tertib seperti pengguna jalan yang lain. Wajah-wajah ceria di balik helm tampak nyata. Ah ternyata sama ( pikirku ). Entah mereka mu ketemu siapa, tentunya orang-orang yang dekat di hati. Uhuuuy....
Taraaaaa....lampu hijau yang ditunggu pun menyala, Tancap gas lanjut perjalanan yang baru berkurang sepertiga. Jalan masih panjang, para pejuang pulang membawa segudang rencana. Terbayang anak-anak di rumah sudah menunggu penuh harap. Kulirik tas kresek di motorku. Buah tangan yang wajib dibawa sepulang kerja. Meski hanya sekadar camilan atau kue kering, tapi anak-anak pasti senang. Pernah kelupaan, rasanya sungguh menyesal.
"Bunda ga beli apa gitu?" tanya anak perempuanku.
"Alamak...Bunda lupa sayang, maaf ya," jawabku penuh rasa sesal.
Sejak saat itu aku mesti beli sesuatu di tukang sayur terdekat. Melihat anak-anak senang membuat lelah seharian terasa hilang. Keringat pun mengering sudah. Dahaga telah sirna begitu pula rasa lapar yang sempat singgah. Lebay ya...kalau tak makan ya laparlah...hehehhe
Lagi-lagi aku terhenti di lampu merah kedua. Kulihat di depanku dua motor yang dikendarai anak muda. Dilihat dari dandanannya, benar-benar gaul. Jamper dipadu jeans belel, pakai sepatu trendy. ( hadeeeh, koq mendadak jadi pengamat fashion ya.. ). Mereka segera melaju motornya, aku pun refleks ikut melaju.
"Thin thin thin....
Tetiba suara klakson bersahutan mengejutkanku.
" Astaghfirullah.... " gumamku kaget, hampir saja bersenggolan dengan sepeda motor lain.
Aku lihat kaca spion ternyata pengendara di belakangku masih berhenti. Begitu kulihat ke depan , baru kusadari ternyata dua anak muda tadi ngeblonk lampu lalu lintas.
Ya ampuuun koq bisa tidak fokus begimi ya..Jantungku benar-benar berdegup kencang, darah terasa berdesir. Untunglah tak terjadi apa-apa. Dalam hati aku benar-benar menyesal. Mengapa langsung saja mengikuti kendaraan di depanku tanpa melihat lampu. Sama saja dengan melanggar peraturan lalu lintas. Malu rasanya. Duuh aneka pikiran yang terbayang di kepala dalam sebuah perjalanan ternyata bisa membuat kita gagal fokus.
Sore itu benar-benar menjadi pembelajaran bagiku.Melanggar lalu lintas tidak hanya membahayakan diri sendiri, tapi juga membahayakan orang lain. Lain waktu harus fokus dan tidak meleng ketika berkendara.
Tertib berkendara yuuuuk....

No comments:
Post a Comment