Bak Rotasi Bumi
Tantangan Menulis Hari ke-7
#Tantangangurusiana
Roda kehidupan terus berputar. Tak ada yang abadi, semua berubah. Bahkan hari ini pun tak sama dengan kemarin. Begitu juga hari esok. Tak ada satu pun yang tetap di tempatnya. Perubahan demi perubahan, datang silih berganti. Terkadang kita berada di atas, terkadang di bawah. Ketika di bawah janganlah merasa diri paling menderita. Masih banyak saudara-saudara kita yang jauh lebih menderita. Mereka yang dihantui virus yang menggemparkan dunia. Mereka yang terkena bencana tanah longsor, banjir dan masih banyak lagi. Janganlah merasa diri paling sengsara. Selalu ada hal baik yang pantas untuk disyukuri. Menyadari dengan segenap hati, bahwa semua yang terjadi sudah atas izin-Nya. Dengan senantiasa berpasrah diri pada Sang Maha Kasih, maka hati akan senantiasa legawa dan ikhlas menjalani setiap detik kehidupan.
Pun ketika di atas , janganlah jemawa. Di atas langit masih ada langit. Kekayaan, kepandaian, kehormatan, jabatan, prestasi yang kita raih, tentu tidak datang secara tiba-tiba. Itu pun tidak karena diri semata. Semua kita raih dengan dan karena orang lain dan rida-Nya. Untuk itu semestinyalah kita tetap rendah hati, seperti ilmu padi. Semakin berisi semakin menunduk.
Panas dan hujan pun begitu datang bergantian. Ada kalanya mentari bersinar dengan teriknya. Mengeringkan panenan petani , menguapkan air di lautan. Namun ada kalanya ganti hujan datang menyapa. Saatnya bertani, menanam bibit-bibit yang telah disemaikan. Rawat dan jaga dengan penuh kasih sayang, agar bisa memanen apa yang kita tanam.
Mendung tak selamanya bergelayut di atas rumah kita. Terkadang menjadi hujan, namun tak jarang terbawa angin dan tak tahu turun di mana. Demikian juga sedih dan duka. Tak selamanya bersemayam. Embun pagi pasti akan datang, menghapus luka dan menyejukkan jiwa. Angin sepoi berhembus, membawa luka dan duka yang pernah ada. Menawarkan senyum dan kebahagiaan. Asa kembali datang, menatap hari yang penuh harapan.
Begitulah hidup ini. Seperti bumi yang selalu berrotasi. Tak pernah henti. Berputar dan terus berputar, hingga waktunya terhenti. Semoga kita senantiasa menjadi pribadi yang lebih berarti , bisa belajar dan mengambil hikmah dari setiap peristiwa yang terjadi.
Rotasi Bumi
Berputar pada porosnya
Sehari semalam, 24 jam
Tak kenal lelah, dan tak ada bosannya
Agar dunia tetap berjalan seperti yang seharusnya
Bagian tengah bumi pun menggembung
Kutub-kutubnya menjadi pepat
Matahari pun seolah muncul dari timur
Terus berjalan, hingga tenggelam di ufuk barat
Belahan terkena surya menjadi siang,
Sementara belahan lain menjadi malam
Hingga waktu pun berbeda – beda
Bumi terus berotasi
Sampai waktu kan terhenti
Hari kemarin kan datang lagi
Tapi waktu yang berlalu tak kan pernah kembali
#Tantangan Gurusiana#Hari Ke-7#
Rumahku, 07022020

No comments:
Post a Comment