Konsisten dan Komitmen
Rumah besar itu tampak begitu megah. Tempat para pendekar literasi beraksi. Tulisan mereka selalu menginspirasi. Segar dan berisi. Nama-nama baru pun semakin banyak. Alumni kelas menulis yang tersebar di seluruh pelosok negeri. Tentu saja ini semakin menambah keragaman pengetahuan. Bukankah tiap diri adalah sumber belajar? Bisa dibayangkan betapa banyaknya sumber belajar yang ada di sini. Di rumah besar gurusiana.
Di antara nama-nama baru, tetaplah ada nama-nama paten. Mereka tetap berada di sini, meskipun yang lain datang dan pergi silih berganti ( seperti diriku ). Mereka adalah pendekar literasi sejati, yang selalu hadir menghiasi setiap sudut di rumah ini. Bunda Raihana, Pak Edi, Bunda Siti Ropiah, Pak Mulya, Pak Ahmad Syaihu. Nama-nama yang kukenal sejak masuk di gurusiana. Sampai sekarang pun nama – nama mereka semakin harum saja. Tetap merona, mewangi dengan tulisan mereka yang selalu dirindui.
Apa sebenarnya rahasia mereka?
Saya memang belum sempat untuk melakukan interview langsung, namun dari hasil pengamatan dan analisis ada dua hal yang bisa kita tuliskan. Faktor 2K sangat berpengaruh dalam suatu sistem atau suatu proses. Terlebih sebagai seorang pendidik, seorang guru 2K ini sangat diperlukan untuk keberhasilan dan kesuksesan sebuah program. Termasuk program menulis atau literasi. Apakah 2K itu?
1. Konsisten
Menurut kamus KBBI V konsisten artinya tetap ( tidak berubah-ubah ); taat asas; ajek
Dalam kehidupan sehari-hari pun demikian, hendaknya kita konsisten dengan pilihan dan jalan hidup yang telah kita tetapkan. Tanpa memiliki konsistensi bagaimana kita bisa mewujudkan impian kita. Mereka yang tetap populer di rumah besar ini pun ternyata memiliki konsistensi yang luar biasa. Mereka selalu menerbitkan tulisan-tulisan , apa pun situasi dan kondisinya. Lingkungan dan apa yang mereka jumpai bisa menjadi ide menulis yang mengalir dan renyah untuk kita nikmati. Anda sepakat?
Tidak hanya dalam dunia menulis, dalam pembelajaran pun demikian. Tata tertib atau aturan yang sudah disepakati, jangan sekali-kali dikhianati. Butuh konsistensi untuk menjadikannya sebuah kebiasaan yang akhirnya akan menjadi budaya. Ajek dan tidak kabur kanginan ( sepertiku ).
2. Komitmen
Selain konsistensi, hal yang tak kalah pentingnya adalah komitmen. Menurut KBBI V komitmen artinya tanggung jawab; perjanjian atau keterikatan untuk melakukan sesuatu. Tanpa dilandasi komitmen maka kita tak akan mampu melakukan sesuatu. Begitu juga dalam menulis. Sebuah komitmen meskinya diikuti dengan sangsi dan konsekuensi. Terkadang komitmen kita begitu lemah. One day one article, mampukah? Mampu, selama ada komitmen dalam diri. Bagaimana bila ternyata hari ini tidak bisa? Meskinya kita mengganti pada hari yang lain dengan lebih banyak. Ah memang kalau komitmen tidak besar, maka susah untuk menggantinya. Komitmen yang besar akan mendorong diri untuk konsisten melakukan hal-hal yang sudah kita rencanakan dengan baik.
Belajar dari para penulis populer tentang konsistensi dan komitmen mereka untuk terus berbagi lewat terbitan karya-karyanya. Komitmen untuk maju, maka harus diikuti dengan konsistensi untuk mewujudkannya. 2K yang tak terpisahkan. Bagitu pula dalam hidup ini , bila kita ingin mendapatkan sesuatu, maka kita harus konsisten dan komitmen untuk meraihnya. Semoga kita bisa ...

No comments:
Post a Comment