Monday, March 16, 2020

Mengapa?

Mengapa?
Liputan6.com

Mengapa?

Tantangan Menulis Hari ke-44
#tantangangurusiana
Malam ini senyummu tak seperti biasanya
Terasa begitu perih di dada
Ingin kutanya mengapa
Namun bibirku tak kuasa
Perlahan kau palingkan muka
Mencoba menghapus air mata
Bergegas kau pun tertawa
Namun aku tahu
Kau tengah menahan lara
Mengapa?
Mengapa tak kau biarkan diriku
Untuk sedikit saja menghapus dukamu
Mengapa?
Tak sedikit pun kau beri ruang bagiku
Turut merasakan perihmu
Mengapa?
Dan masih banyak lagi yang ingin kutanyakan
Namun bibirku pun kelu
Tak sepatah kata pun mampu ungkapkan rasaku
Bila kehadiranku hanya membelenggumu
Maka biarkan aku berlalu
Kulepas dirimu, pergilah
Dan aku pun akan melanjutkan hidupku
Meski hati sedikit berharap
Suatu saat kau akan kembali
Dan aku masih menunggu di sini
Hingga batas waktu yang tak ku mengerti
Namun bila aku tak kau temui
Takdirku telah mengajak pergi
Dan aku tak kuasa berlari
Meski ragaku entah di mana
Tapi hatiku akan tetap di sini
Terpatri bersama janji
Yang kulukis di dasar bumi
Sampai nanti
Bantul, 15032020

Noor Saidah Ali, Kecil-kecil Cabai Rawit

Noor Saidah Ali, Kecil-kecil Cabai Rawit

Noor Saidah Ali, Kecil-kecil Cabai Rawit

Tantangan Menulis Hari ke-45
#tantangangurusiana
Noor Saidah Ali, nama lengkapnya. Akrab dipanggil Bu Ida
Orangnya kecil, cantik, imut nan menawan, tentunya juga smart
Orang-orang terasa nyaman berada di dekatnya
Riang gembira, rajin , dan bersahaja
Senyum terkembang menghiasi hari-hari bersamanya
Asa dan harapan tinggi tergantung di awan
Indah nan elok bak anggrek yang sedang bermekaran
Diri terpacu untuk terus berprestasi dan menginspirasi
Antologi puisi menjadi saksi dalam berliterasi
Hari ini sungguh sangat berarti. Hari di mana diri terlahir di bumi ini
Ayat-ayat Tuhan begitu indah dia lantunkan
Lepaskan resah dan gundah menjadi damai dan tenteram
Ilmu tak segan dibagi, agar hidup lebih berarti untuk sesama
16 Maret 2020 bertepatan dengan hari lahir sahabatku tersayang Noor Saidah Ali. Sahabatku tak hanya di gurusiana dan dunia maya saja, tetapi sahabat keseharian. Selalu bersama dalam suka duka perjalanan karir dan perjalanan hidup kami . Sahabat dan tempat berbagi, saling mengisi, dan menginspirasi.
Persahabatan indah ini diawali ketika kami mendapatkan amanah di sekolah swasta tepatnya SMP Pembangunan Piyungan. Tak hanya berhenti di situ. Persahabatan kami tetap berlanjut ketika kami ditempatkan kembali di sekolah yang sama, yang saat ini menjadi ladang tempat kami bercocok tanam, SMP 2 Piyungan. Banyak sekali kemiripan yang kami miliki, meskipun secara fisik sungguh berbeda. Bu Ida ini mungil dan imut, sehingga di usianya yang semakin matang pun masih terlihat seperti anak kecil. Mungkin muridnya malah lebih tinggi. Beda sekali denganku, orang cenderung mengenalku sebagai petinggi( tubuhnya tinggi heheheh ).
Meskipun postur tubuh kecil, tetapi Bu ida itu kecil-kecil cabai rawit. Pedas dan banyak dicari ( apalagi bagi pencinta cabai ). Ini bisa dilihat dari karya-karya berupa artikel yang sudah tak diragukan lagi. Banyak diterbitkan di gurusiana ini. Anda bisa mencari, dan dengan mudah akan menemukannya. Artikel yang ditulis pun tak sembarangan. Selalu berisi dan penuh dengan hikmah, hingga teramat sayang untuk dilewatkan. Ulasannya selalu tajam, dikuatkan dengan ilmu agama yang dia punya. Sungguh aku sangat beruntung mengenalnya.
Banyak pelajaran kuambil darinya. Meski kami mengampu mata pelajaran yang berbeda, namun apa yang kami bicarakan seakan tak ada putusnya. Mulai dari tanggal lahir yang hampir sama, hobi, warna kesukaan, bahkan tanggal pernikahan, tanggal lahir anak-anak kami pun banyak kemiripan. Sungguh suatu kebetulan yang indah. Terkadang cara kami menghadapi dan menanggapi suatu masalah pun sama.
Persahabatan tidak hanya terjalin antara aku dan Bu Ida saja. Suami dan anak-anak kami pun demikian. Aku merasa sangat beruntung Allah telah mengirimnya untuk menjadi sahabat dalam perjalananku. Ilmu agama yang luas membuatku untuk tak malu belajar kepadanya. Terima kasih sahabat...
Hari ini di hari lahirmu, kuberikan doa terbaik untukmu. Semoga selalu salihah, semangat, sehat dan bahagia bersama keluarga tercinta. Tetaplah menjadi sahabatku, yang tak jemu untuk mengingatkanku. Mari bersama arungi hidup ini yang terkadang tak selalu seperti apa yang kita mau. Berpikir positif dan teruslah menginspirasi. Barakallah fii umrik
Bantul,16032020
#HBDBUIDA#

Bisakah Aku?

Bisakah Aku?

Bisakah Aku?

Tantangan Menulis Hari ke-43
#tantangangurusiana
“ Saya tidak bisa menulis…
Begitulah kalimat yang sering saya dengar ketika mengajak teman seprofesi saya untuk menulis. Ironis memang, tapi itulah kenyataan. Sebenarnya tentu bukan karena kita benar-benar tidak bisa menulis. Mungkin yang mereka maksud adalah tidak bisa menulis yang bagus. Jika itu maksudnya tentu juga tetap tidak benar kan?
Setiap orang mempunyai kemampuan untuk menulis. Sesederhana apapun itu, pasti bisa. Hanya tinggal kemauan saja. Mau atau tidak. Mengapa saya katakan begitu? Karena disadari atau tidak,dalam sehari kita bisa betah berjam-jam untuk menjawab chat, pesan dalam grup-grup whatshap, media social lain. Iya kan? Artinya, kita sebenarnya mampu untuk menulis.
Lalu sebenarnya di mana kesulitan dalam menulis? Tentu diri sendirilah yang tahu , apa sebenarnya penyebab dari ketidakbisaan menulis. Berikut saya akan mencoba menganalisis dari sudut pandang saya pribadi saja.
1. Saya sebenarnya sangat tidak sependapat ketika orang mengatakan “ Saya tidak bisa menulis “. Sebagian ucapan kita adalah doa, mestinya bukan tidak bisa tetapi belum bisa. Sepele memang, tapi sangat beda maknanya antara “tidak” dengan “belum”. Sikap yang sudah men’just” sebelum kita melakukan tentu tak adil. Maka sebaiknya jangan berkata tidak bisa sebelum kita mencoba.
2. Menulis bukanlah bakat keturunan, tetapi kemampuan yang bisa dipelajari dan diasah. Tidak mungkin penulis andal langsung berhasil menulis dengan baik ketika pertama kali menulis. Tentu banyak tulisan-tulisan sebelumnya yang sudah dia goreskan. Jadi kalau kita ingin mampu menulis, maka kita harus latihan menulis secara rutin dan terus menerus. Semakin sering diasah , kita akan memiliki kemampuan memilih kata ( diksi ) yang bagus. Lama-lama tulisan kita bisa renyah dan kemriyuk seperti rengginan. Jangan dikira saya sudah seperti itu. Belum.... Saya pun hanya remahan rengginan. Tercecer dan terbuang ( hiks... baper ).
3. Menyusun jadwal yang jelas beserta konsekuensinya. Kita harus bisa mengatur diri sendiri untuk belajar menulis. Sisihkan waktu dari 24 jam yang tersedia untuk menulis, meski hanya sedikit tulisan ketika kondisi super sibuk. Banyak yang bilang tidak punya waktu untuk menulis. Memang menulis tidak menunggu waktu luang, tetapi kitalah yang harus meluangkan waktu. Luangkan waktu untuk menulis. Mengikuti tantangan menulis bisa menjadi ajang untuk mendisiplinkan diri, konsisten dengan tujuan menulis dan membentuk kebiasaan agar terbiasa dan menjadi budaya. Sudah menjawab tantangan menulis hari ini?
4. Banyak yang mengatakan saya tidak bisa menulis, karena tidak punya ide. Ide sangat banyak bertebaran di sekitar kita. Mulai dari diri sendiri, lanjut ke sekitar kita, keluarga, sahabat, orang lain. Apa yang kita lihat, kita rasa, semua bisa menjadi ide untuk ditulis. Covid-19 yang sedang pandemi dan viral pun bisa menjadi topik yang menarik untuk dituliskan. Terlebih berprofesi sebagai guru, tentu sangat banyak yang bisa dituliskan. Tiap siswa itu unik dan menarik untuk dituliskan. Bayangkan ada berapa siswa kita. Tentu banyak sekali ide cerita dari mereka yang bisa kita tuliskan. Masih tak ada ide?
5. Bingung mau menulis dari mana. Perasaan yang sama, pernah kurasakan. Namun kucoba mengikuti petunjuk dari mentorku waktu itu. Menulislah dari kata yang pertama ada di benak, karena menulis itu seperti air mengalir. Ketika kran telah terbuka, maka kata-kata pun akan mengalir begitu deras. Coba dan coba lagi. Meski terkadang kran pun mampet, jangan putus asa.
Teruslah menulis dan biarkan tulisan kita menemukan takdirnya sendiri. Mana tulisanmu hari ini?
Bantul,14032020

Thursday, March 12, 2020

For you , my Flower ❤️ ...





*Literary video edition

Oh ... woman ...
It's not impossible if my wife ...
Forgive me ...
Who often hurt you ...

Allow it ...
I can only kiss your feet or forehead ...

Check out the video!

#SaveWomen #WomensDay #IWD2020

Be careful ... covid-19 spreads rapidly in Western Europe




The widespread spread of the corona virus or Covid-19 makes research on the virus also more intense.

One of the results of recent research on the corona virus is that this virus is very sensitive to high temperatures.

Reported by SCMP (8/3/2020), the study was made by a team from Sun Yat-sen University in Guangzhou, the capital of southern China's Guangdong Province.

The focus of his research determines how the spread of the new corona virus might be affected by changes in seasons and temperature.

The study was published last month. The report found that heat temperature has a significant role in the behavior of viruses.

It said in the study, temperature could significantly change Covid-19 transmission and there might be the best temperature for transmission of the virus.

#####
** Covid-19 Virus is proven to be "WEAKING" in Southeast Asia & the Equatorial Countries

Corona virus, although it has been able to infect two Indonesian citizens in Bogor (Jakarta Indonesia) ..., it can be said that the spread is not as strong as in Iran, Italy, South Korea, Japan, and even the United States ...

Why did it happen?
Why Malaysia, Singapore, Thailand and Southeast Asia in general, the Corona virus is not able to spread strongly in these countries (Southeast Asia), compared to countries that have become a new endemic, as mentioned above (South Korea, Iran, Italian & Japanese) ...?

Here the problem is clearly explained ..., with the available evidence ...
And even those facts show that the Corona virus will weaken in Southeast Asia & the Equatorial Countries ...

Check out the video ...

#CBSThisMorning #NineNewsAustralia #ABCNews #TODAY #CNN #NBCNews #BBCNewsnight #WorldNewsTonight #DavidMuir #NYC #Coronavirus

PHBS, Pentingkah?

PHBS, Pentingkah?

PHBS, Pentingkah?

Tantangan Menulis Hari ke-42
#tantangangurusiana
Virus Covid-19 benar-benar mendapat perhatian sereius dari semua pihak. Saling bahu membahu untuk mencegah penyebaran virus ini. Virus ini telah menjadi pandemi, menyebar secara serempak di berbagai tempat di dunia ini. Berbagai upaya penyuluhan, sosialisasi dilakukan baik di lingkungan masyarakat maupun lingkungan pendidikan. Salah satunya adalah melalui penyuluhan atau penyegaran kembali Perilaku Hidup Bersih dan Sehat ( PHBS ). Pun demikian dengan sekolah kami.
Pada waktu pertemuan dengan orang tua/wali siswa , sekaligus kami gunakan sebagai tempat untuk berbagi dan sosialisasi PHBS. Apabila orang tua mengetahui dan menerapkan, harapannya akan tercipta kehidupan yang bersih dan sehat naik di sekolah maupun di rumah. Apakah PHBS itu?
PHBS di sekolah adalah sekumpulan perilaku yang dipraktikkan oleh peserta didik, guru, dan masyarakat lingkungan sekolah atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran, sehingga secara mandiri mampu mencegah penyakit, meningkatkan kesehatannya, serta berperan aktif dalam mewujudkan lingkungan sehat.
Beberapa contoh PHBS di sekolah antara lain;
  1. Mencuci tangan dengan air bersih mengalir dan sabun
Cuci tangan kembali digalakkan, karena tangan sangat mudah sekali menularkan virus. Seringnya cuci tangan yang benar diharapkan dapat menekan penyebaran virus. Ada poin pokok yang perlu diperhatikan dalam melakukan cuci tangan yang benar. Mulai dari penggunaan sabun dan air mengalir. Menggosok telapak tangan, punggung tangan, sela jari-jari, kunci genggaman tangan, memutar ibu jari secara bergantian, kemudian memutar seluruh jari pada telapak tangan, dan yang terakhir pergelangan tangan.
  1. Mengkonsumsi jajanan sehat di warung/ kantin sekolah
Memperbanyak makan buah dan sayur untuk menambah daya tahan tubuh. Tubuh yang fit dan sehat diharapkan dapat menangkal penyebaran virus.
  1. Membuang sampah pada tempatnya
Menjaga lingkungan dari sampah, dengan cara membuang sampah pada tempatnya. Hal ini bisa dilakukan dengan program TSP. Tahan buang sampah sembarangan. Simpan sampah pada tempatnya. Pungut sampah, berkah. Perilaku membuang sampah pada tempatnya ini sangat mendukung agar virus tidak berkembang dengan baik di lingkungan yang bersih dan sehat.
  1. Olahraga secara teratur dan terukur
Menjaga kebugaran tubuh dengan olahraga yang teratur dan terukur. Tidak berlebihan , dan dilakukan sesuai dengan kondisi tubuh.
  1. Menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan minimal 6 bulan sekali.
  2. Tidak merokok di lingkungan sekolah
  3. Memberantas jentik nyamuk
  4. Menggunakan jamban bersih dan sehat
Demikian beberapa PHBS yang perlu ditanamkan kepada seluruh warga sekolah dan masyarakat sebagai upaya pencegahan penyebaran virus. Semoga tetap sehat dan selaludalam lindungan-Nya.
Bantul,13032020

Bagaimana Mencegah Virus Covid-19 di Lingkungan Pendidikan?

Bagaimana Mencegah Virus Covid-19 di Lingkungan Pendidikan?

Tantangan Menulis Hari ke-40
#tantangangurusiana
Pasien terjangkit virus Covid-19 semakin bertambah. Dari 2 orang kini sudah berkisar 27 orang seperti yang diberitakan di televisi. Sungguh semakin membuat kita harus waspada dan berhati-hati. Demikian juga di lingkungan pendidikan dan kebudayaan. Mendikbud, Nadiem Makariem segera mengambil kebijakan dengan dikeluarkannya Surat Edaran Mendikbud Nomor 3 tahun 2020. Edaran ini berisi tentang bagaimana pencegahan virus corona di satuan pendidikan. Dalam waktu singkat surat edaran ini sudah tersebar hampir ke seluruh komunitas guru atau komunitas pendidikan di penjuru Nusantara.
Resiko tingkat penyebaran virus ini terbagi menjadi tiga, yaitu; rendah, sedan,g dan tinggi. Pembagian ini berdasar tingkat penyebaran virus. Tingkat rendah apabila tidak ada anggota masyarakat di wilayah tersebut yang terjangkit virus corona. Tingkat sedang apabila diduga ada beberapa anggota masyarakat yang terjangkit virus corona. Tingkat tinggi apabila ada anggota masyarakat yang terkonfirmasi terkena virus corona di lingkungan tersebut.
Bagaimana bila yang terpapar virus corona berada dalam lingkungan satuan pendidikan? Berikut adalah pedoman pencegahan virus Covid-19 di lingkungan sekolah .
1. Satuan pendidikan mewajibkan warganya yang diduga terkonlirmasi untuk tinggal di rumah dan menghubungi dinas kesehatan atau kementerian kesehatan ( melalui nomor telepon 021-5210411 atau 0812-1212-3119
2. Jika terdapat warga satuan pendidikan terkonfirmasi terjangkit virus, kelas-kelas yang berhubungan dengan warga tersebut diliburkan selama 14 hari.
3. Warga satuan pendidikan yang diliburkan dan menunjukkan gejala terinfkesi virus Covid-19 harus melaporkan diri ke fasilitas kesehatan setempat.
4. Identitas warga satuan pendidikan yang terinfeksi virus covid-19 harus dirahasiakan kepada pihak berwenang.
5. Unit-unit pendidikan juga dilarang memberikan nama, foto, dan alamat warga satuan pendidikan yang terinfeksi virus Covid-19 kepada media atau publik.
Waktunya kita untuk bersatu, bergandeng tangan menghadapi wabah virus Covid-19 yang menyebar di negara kita. Sosialisasi untuk menjaga kesehatan dengan menggalakkan budaya cuci tangan dan pola hidup sehat harus dilakukan di semua lingkungan. Baik di sekolah maupun di rumah. Sesungguhnya setiap penyakit pasti ada obatnya, setiap virus ada penangkalnya. Semoga kita selalu dalam lindungan-Nya. Tetap wasapada dan terus galakkan perilaku hidup sehat di sekitar Anda. Bila tidak sekarang , kapan lagi?
Bantul, 11032020

Bagaimana Cara Mencuci Tangan yang Benar?

Bagaimana Cara Mencuci Tangan yang Benar?

Tantangan Menulis Hari ke-41
#tantangangurusiana
Pasien yang positif terpapar virus Covid-19 di negeri ini semakin bertambah. Dari pemberitaan di televisi, melalui juru bicara mencapai angka tiga puluhan. Hal ini tentu saja semakin membuat masyarakat awam cemas dan resah. Kecemasan dan keresahan ini justru melebihi bahaya dari virus itu sendiri. Apalagi bila ditambah dengan hoaks yang dengan mudah tersebar melalui media sosial. Untuk itu Pak Jokowi juga mengingatkan agar kita mengedepankan fakta dan logika. Jangan sampai kecemasan membuat warga melakukan hal-hal yang tidak baik.
Aksi pembelian masker, hand sanitizer yang berlebihan tentu saja bukan penyelesaian masalah. Mengapa? Karena sesungguhnya masker diperuntukkan bagi mereka yang menderita, bukan mereka yang sehat. Begitu juga dengan hand sanitizer, sampai-sampai barang ini sudah langka di pasaran. Yang tak kalah heboh lagi adalah empon-empon atau jamu tradisonal. Sejak diberitakan cucurma bisa menangkal virus ini, maka masyarakat pun berbondong-bondong membeli aneka minuman dari empon-empon. Tentu saja ada sisi positif juga di sini. Banyak penjual jamu tradisional mengalami kenaikan omset penjualan yang luar biasa. Empon-empon pun akhirnya menjadi barang istimewa yang mahal di pasar.
Sebenarnya ada cara jitu yang disosialisasikan oleh World Health Organization ( WHO ), atau Badan Kesehatan Dunia. Cara mencegah penyebaran virus Covid-19 dengan cuci tangan yang benar. Mudah bukan? Namun demikian cara mencuci tangan yang benar, belum semua orang mengetahuinya. Untuk itu perlu dilakukan penyuluhan atau sosialisasi di lingkungan terdekat untuk mencuci tangan yang benar, sehingga terhindar dari virus Covid-19.
Bagaimana cara mencuci tangan yang benar? Beriut adalah cara yang disarankan oleh WHO, agar kita selalu sehat dan tidak mudah terkena penyakit. Jangan lupa gunakan air yang mengalir untuk mencuci tangan.
6 langkah cuci tangan yang benar menurut WHO yaitu :
  1. Tuang sabun pada telapak tangan kemudian usap dan gosok kedua telapak tangan secara lembut dengan arah memutar.
  2. Usap dan gosok juga kedua punggung tangan secara bergantian
  3. Gosok sela-sela jari tangan hingga bersih
  4. Bersihkan ujung jari secara bergantian dengan posisi saling mengunci
  5. Gosok dan putar kedua ibu jari secara bergantian
  6. Letakkan ujung jari ke telapak tangan kemudian gosok perlahan
Poster cara cuci tangan yang benar ini sudah tersebar dan banyak di pasaran. Bisa dipasang di temapt-tempat strategis. Di beberapa titik di lingkungan sekitar kita. Cara cuci tangan yang benar dan teratur dapat mencegah penularan virus Covid-19. Mengapa? Karena cara penularan virus paling cepat adalah melalui tangan. Virus akan menempel dan mudah sekali berpindah, untuk itu mencuci tangan secara terartur dan benar menjadi sebuah keharusan agar kita tetap sehat. Sudahkah Anda mencuci tangan dengan benar?
Bantul,12032020

Hantu Corona

Hantu Corona

Tantangan Menulis Hari ke-39
#tantangangurusiana
Hujan disertai angin kencang sore tadi terasa mencekam. Tak tahu harus bagaimana. Satu-satunya hanyalah pasrah pada yang di atas sana. Mau bagaimana lagi, kita tentu tak bisa melawan alam. Cuaca, iklim, hujan , panas terjadi di luar jangkauan kita. Semua adalah kehendak-Nya.
Pun demikian dengan corona. Terornya sungguh mendunia. Kita semakin ngeri karena ternyata virus itu telah terhembus angin, hingga akhirnya sampai juga di negeri kita. Namun semua juga kita serahkan pada ahlinya. Penanganan serius dan berbagai upaya telah dilakukan pemerintah untuk mengatasi situasi ini.
Berbagai himbauan untuk bersatu melawan corona pun digalakkan di mana-mana. Memgingat betapa mengerikannya dampak dari corona. Kita mesti bijak menyikapi dan tidak perlu berlebihan ( main borong ). Masker yang dulu bisa dibeli dengan harga terjangkau mendadak menjadi barang yang diburu dan teramat mahal. Padahal seyogyanyalah yang menggunakan masker adalah mereka yang terkena penyakit, bukan yang sehat.
Tak ketinggalan jamu tradisional dan empon-empon. Mendadak menjadi barang yang dicari. Ketika tersiar kabar bahwa cucurma dapat menangkal corona, semua orang pun berburu empon-empon. Jamu tradisional yang dulu hanya kalangan menengah ke bawah, mendadak diserbu pembeli. Penjual jamu pun laris manis. Mungkin ini cara Tuhan mengangkat rezeki penjual jamu ya.
Bila diperhatikan dengan seksama, ada hal yang tetap harus dilakukan agar terhindar dari penyakit adalah pola hidup sehat ( cuci tangan ) dan pola makan yang sehat.
Membiasakan cuci tangan dengan benar, dengan air mengalir akan menjadi tindakan pencegahan yang tepat. Jadi sudahkah Anda cuci tangan dengan benar?
Selain itu pola makan juga harus diperhatikan. Coba kita tengok nenek moyang kita. Sangat jarang sakit. Menu makanan yang sederhana, dengan garam dan gula saja, tanpa bumbu pemanis, pengawet yang berlebihan. Cara memasaknya pun sederhana, dikukus. Ada ubi rebus, pisang rwbus, kacang rebus. Mereka pun aman dan sehat di usia yang tak lagi muda. Coba kita cek kembali pola makan kita. Apakah kita sudah mengonsumsi makanan sehat? Apakah kita justru sering makan makanan instan, cepat saja, banyak pengawet?
Mari budayakan hidup sehat dengan cuci tangan dan pola makan yang benar. Sehat itu mahal.
Bantul, 10032020

Senja Lara

Senja Lara

Senja Lara

Tantangan Menulis Hari ke-36
#tantangangurusiana
Senja Lara
Cakrawala jingga di ufuk barat
Seakan tahu jeritan sukma
Lara yang datang menyapa
Kupendam bersama senja
Perlahan gelap merayap
Membawa kelam
Mengaburkan pandangan
Hingga ku tak tahu arah
Bayangmu pun tak lagi tampak
Entah sembunyi di belahan bumi yang mana
Pada siapa aku mengadu
Kepergianmu di senja itu
Bagai sembilu yang menikam hatiku
Menghujam tanpa ampun
Hingga berdiri pun aku tak mampu
Kini meski senja tlah berlalu
Namun lara tak jua pergi dariku
Menemani di sudut waktu
Memasungku dalam rindu
Yang tak jua bertemu
Bantul, 07032020

Mengapa Kau Tega?

Mengapa Kau Tega?

Mengapa Kau Tega?

Tantangan Menulis Hari ke-37
#tantangangurusiana
Sejak beberapa hari yang lalu, kita dikejutkan dengan pembunuhan yang cukup sadis. Dilakukan oleh seorang remaja putri yang masih belia terhadap tetangga dekatnya yang masih balita. Sungguh berita ini sangat menyesakkan dada bagi orang tua maupun masyarakat pada umumnya. Di luar dugaan remaja putri yang lemah, mampu bertindak kejam dan sadis, hingga melayangnya nyawa balita yang tak berdosa. Mengapa semua ini bisa terjadi?
Usia remaja memang usia yang sangat rawan. Masa ini adalah masa pencarian jati diri, sehingga banyak hal bisa memengaruhi perkembangan kejiwaannya. Kondisi keluarga dan lingkungan sekitar pun turut menjadi faktor penyebab. Sebelumnya bisa jadi pelaku memang memiliki cara berpikir ( otak ) yang berbeda dengan anak-anak seusianya. Hal ini dipacu dengan kondisi keluarga, kebiasaan , tontonan dan lain sebagainya, sehingga menderita psikopati. Psikopati adalah penyakit jiwa yang dicirikan oleh tindakan yang bersifat egosentris dan antisosial. Orangnya disebut psikopat.
Berdasar penyelidikan, remaja putri ini sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda penyesalan. Sungguh hal yang membuat tanda tanya besar. Sesuatu yang di luar dugaan, karena dia merasa puas dengan apa yang dilakukannya. Apa yang terjadi denganmu Nak? Sampai hatimu melakukan ini semua. Sakit apa yang kau rasa, hingga hati nuranimu tak lagi peka? Kata seakan tersekat di tenggorokan. Tak kuasa membayangkan kekejaman dari gadis kecil ini.
Di balik keegoan, kekejaman dan kesadisan sesungguhnya dalam dirinya tersimpan pribadi yang rapuh. Pribadi yang merasa terluka dan menderita sendirian, tanpa ada pengertian dari orang-orang di sekitarnya. Benarkah? Entahlah...
Inilah yang masih dalam penyelidikan. Apa sebenarnya yang menjadi penyebab terjadinya pembunuhan keji ini. Namun fakta yang beredar, remaja ini ternyata sering menonton film horor. Apa yang dia lakukan terinspirasi dari tontonan. Pelajaran untuk kita semua. Gadget dan teknologi memang begitu mudah diakses oleh siapa saja. Hanya modal kuota bisa berselancar dalam dunia maya. Teguran dan peringatan bagi orang tua. Lebih bijak dan berhati-hati dalam mengawasi penggunaan gawai di rumah. Jangan sampai keasyikan mereka dengan dunia maya kita biarkan begitu saja. Jika sudah terjadi seperti ini tentu yang ada hanyalah penyesalan. Masa depan yang masih panjang, harus berakhir dalam tahanan. Belum lagi luka yang diderita oleh keluarga korban.
Keluarga hendaknya bisa menjadi tempat yang nyaman bagi anggotanya, sehingga tidak merasa sendiri dan menderita. Rengkuh buah hati kita. Jangan biarkan benda mati menjadi tuannya. Kitalah yang harus menjaga dan membersamai setiap waktu yang ditapaki menuju kesuksesan. Gandeng erat tangannya agar dia tak pernah merasa sendirian di dunia ini.
Ayo Ayah bunda... penyesalan tak pernah datang duluan. Berhati-hati dan kawallah perkembangan kejiwaan buah hati kita.
Bantul,08032020

Tyas Susilowati, Penulis Asyik dan Menarik

Tyas Susilowati, Penulis Asyik dan Menarik

Tyas Susilowati, Penulis Asyik dan Menarik

Tantangan Menulis hari ke-38
#tantangangurusiana
Penulis yang satu ini memang luar biasa. Goresan penanya selalu asyik dan menarik untuk dibaca. Berbagai pengalaman hidup telah menempanya menjadi sosok guru hebat seperti sekarang ini. Banyak yang Beliau tuliskan, sehingga bisa menjadi pembelajaran berharga bagi para pembaca. Selain itu karyanya selalu menginspirasi penulis lain untuk ikut hanyut dan larut dalam dunia kepenulisan.
Dialah Tyas Susilowati, M.Pd. Gurusianer asal Bantul, lahir dan besar di Purwodadi Grobogan Jawa tengah. Masa kecil hingga remaja dihabiskan di kota kecil itu, sampai akhirnya menikah dan mengabdi sebagai guru IPA di SMP 3 Sewon. Sejak masih remaja Tyas sudah menyukai dunia tulis menulis, dan semakin berkembang ketika asudah menjadi guru. Beberapa karyanya Antologi puisi Keluargaku, Anugerah Terindahku, (Oktober 2018), Antologi Puisi Akrostik 21 Guru Indonesia Abad 21 (Maret 2019. Banyak peran yang dia jalankan sebagai seorang wanita. Mulai dari seorang istri, seorang ibu, seorang guru yang harus berjuang, mandiri dan gigih berjuang dalam menghadapi setiap jengkal kehidupan yang dilewati.
Artikel – artikel yang diterbitkan di blog gurusiana pun sangat menarik. Sebagian besar bercerita pengalaman pribadi yang sarat dengan makna kehidupan. Di sela-sela kesibukannya Bunda Tyas juga menyempatkan diri untuk bersama-sama membentuk komunitas menulis di bawah grup Guru Bantul Menulis. Saling berbagi dan belajar dalam dunia literasi untuk mewujudkan pendidikan yang lebih baik. Bunda Tyas sangat gigih untuk mencoba dan mencoba. Kegigighannya inilah yang menginspirasi penulis untuk turut ambil peran. Malu rasanya dengan kegigihan Bunda Tyas, yang meskipun sibuk tetapi masih bisa untuk menjawab tantangan.
Artikel Bunda Tyas selain berisi pengalaman pribadi, juga pengalaman bagaimana beliau melakukan aktivitas pembelajaran di kelas. Ini bisa menjadi inspirasi dan tambahan pengetahuan bagi para guru yang lain.
Selain itu dalam tantangan menulis di gurusiana ini Bunda Tyas juga menuliskan tentang bagaimana kisah Bunda adan putranya yang harus kehilangan suami dan ayahnya di usia yang masih sangat muda. Semua terangkum begitu indah dalam sebuah kisah Celoteh Anakku. Selanjutnya beliau bermaksud untuk menjadikannya sebuah buku yang bisa digunakan untuk menunjang keprofesiannya juga. Ibaratkan sambil menyelam minum air. Luar biasa..
Teruslah berkarya di mana pun berada Bunda. Semoga pelajaran hidup menjadikan kita pribadi-pribadi yang tangguh dan bermakna. Apalgi yang membahagiakan selain bermanfaat untuk sesama. Salam literasi..
Bantul,09032020

AKM Guru

AKM Guru
okezone

AKM Guru

Tantangan Menulis Hari ke-34
#tantangangurusiana
Akhirnya misteri Assesmen Kompetensi Minimum ( AKM ) yang merupakan salah satu dari empat pilar merdeka belajar telah terkuak. Setelah sehari sebelumnya para siswa SMP dan sederajat mengikuti AKM dan angket karakter, Rabu 4 Maret 2020 giliran para guru. Seperti halnya para siswa, guru pun telah didaftarkan terlebih dahulu untuk menjadi peserta. Ada beberapa guru di lain daerah yang tidak bisa mengikuti karena adanya keterlambatan mendaftar atau adanya salah komunukasi. AKM bukan Uji Kompetensi Guru ( UKG ).
Sesuatu yang baru tentu menimbulkan tanda tanya. Literasi tentang AKM pun mendadak menjadi viral di mana-mana. Tak terkecuali di gurusiana pun demikian. Materi dan gambaran AKM yang diterbitkan oleh Bunda Riful mendulang pembaca yang luar biasa. Itu adalah gambaran betapa sebenarnya rasa keingintahuan para guru sangat tinggi.
Guru-guru di sekolah penulis mengikuti AKM ini di sesi 3. Hal ini sangat menguntungkan karena sekolah sedang melakukan Penilaian Tengah Semester ( PTS ). Jadwal yang tepat sehingga guru bisa melakukan penilaian untuk para siswa, setelah itu baru mengikuti AKM. Peserta sangat antusias mengikutinya.
Kalau kemarin berperan menjadi proktor, pada AKM guru proktor sekaligus peserta. Namun demikian kewajiban untuk memandu para guru masuk dengan user name dan password masing-masing . Setelah memastikan para guru bisa submit, aku pun menyusul mereka.
Sekilas soal yang dikerjakan bapak ibu guru hampir sama dengan yang dikerjakan anak-anak. Waktu pengerjaan 30 menit untuk sekitar 10 soal. Banyak artikel maupun data-data berupa grafik, tabel dan lain sebagainya muncul di setiap pertanyaan. Tiap guru pun mendapatkan soal yang belum tentu sama dengan yang lain. Hasil cerita mereka, ada yang mendapat tentang pergizian, minuman, IT, dan lain sebagainya. Bisa dibilang lebih pada kemampuan menalar dan logika. Tidak ada spesialisasi mata pelajaran. Dari mapel apa pun bisa mengikuti AKM ini.
Setelah 30 menit mengikuti AKM, selanjutnya para guru melakukan konfirmasi selesai tes. Ternyata belum usai. Selanjutnya para guru harus mengerjakan beberapa soal. Kali ini adalah angket karakter. Terkait dengan kepribadian dan profesi guru melalui berbagai pernyataan maupun studi kasus. Tiap guru pun mendapat soal yang berbeda. Jumlah pertanyaan pun berbeda-beda. Ada yang mendapat 15 nomor, 16, bahkan ada yang lebih dari 30. Waktu pengerjaan sama yaitu 30 menit. Setelah itu konfirmasi pengerjaan.
Apakah skor muncul di akhir tes? Jumlah skor yang muncul ternyata 0.
Lega dan sedikit mendapat gambaran, apa dan bagaimana AKM. Mudah-mudahan bila hal ini benar-benar diterapkan tahun depan kita sudah tidak canggung lagi. Sejatinya setiap masa selalu ada perubahan. Semoga pendidikan di negeri ini senantiasa menjadi lebih baik. Merdeka belajar !
Bantul,05032020

Aku dan Karang

Aku dan Karang

Aku dan Karang

Tantangan Menulis Hari ke-35
#tantangangurusiana
Aku bukan pujangga, yang pandai merangkai kata. Bukan pula seorang penyair yang mahir menyusun bait demi bait hingga menjadi syair. Aku hanya ingin tuliskan setiap kisah yang telah terbingkai dengan indah dalam sebuah perjalanan. Waktu demi waktu berlalu, tiap detik selalu ada cerita. Tiap saat ada kisah yang sayang untuk tidak dituliskan. Kehidupan begitu penuh warna. Terkadang begitu indah bak pelangi di angkasa, hingga mata pun tak berkedip menatapnya. Senyum bahagia nan ceria. Namun terkadang begitu gelap, ketika awan mulai berarak. Gelap menyelimuti angkasa, hingga kadang ketakutan pun datang. Gelisah datang menyapa bersama cemas dan gundah. Semua ada kisahnya, semua ada ceritanya. Kehidupan tlah menempa kita ,untuk terus tumbuh menjadi pribadi yang tangguh. Pribadi yang lebih baik dan bermakna.
Karang tidak pernah menentang. Hempasan dan terjangan gelombang diterima dengan kebesaran hatinya. Kuat dan tangguh. Mestinyalah kita menjadi pribadi sepertinya. Tak gentar menghadapi setiap kemungkinan yang terjadi. Tak pernah pula mencoba untuk berlari. Semua dihadapi dengan kekuatan dan keyakinan diri. Pastikan Allah tetap membersamai. Sungguh tak ada satu pun yang terjadi tanpa izin dan sepengetahuan-Nya. Itulah yang membuat diri tak pernah takut untuk terus berjuang, dan bertahan.
Hempasan dan terjangan gelombang adalah ujian. Jadikan deburan ombak seperti nyanyian. Tak ada rasa sakit atas segala terpaannya. Sesungguhnya rasa sakit hanya kita yang bisa merasa. Sekeras apa pun badai yang menghantam, selama tidak kita rasa maka tak akan pernah terasa sakit. Terjangan badai adalah belaian lembut dari alam. Mestinya kita bisa belajar menyelami apa yang dimaui alam. Tetap bersahabat dan tidak semena-mena dengan sekitar kita. Bukankah Allah ciptakan kita untuk menjadi khalifah di muka bumi ini?
Jadi tetaplah menjadi pribadi yang kuat, pribadi yang tangguh, setangguh karang.
Tak pernah ia tanyakan
Kepada Sang Empunya
Mengapa diciptakan
Di tepian samudera nan luas
Beribu gelombang
Selalu datang menerjang
Tak henti-hentinya
Menghantam dengan garang
Tanpa rasa kasihan
Semua dihadapi dengan sabar
Tak pernah menyerah
Sedikit pun tak gentar
Tetap berdiri, kokoh dan tangguh
Pertanda jiwa yang tegar
Luka di sekujur tubuh
Tak sempat terobati
Karna terjangan tak pernah henti
Semangatnya tak pernah mati
Diterima dengan besar hati
Ikhlas bertahan di tepian
Hingga waktu sudah tak izinkan
Tetap menjalankan tugas
Berdiri di garis pertahanan
Begitulah seharusnya kita
Menjalani setiap peran
Dengan sabar dan ikhlas
Bertahan dan terus berjuang
Setangguh karang
Bantul,06032020